Siswi SMP di Kupang jadi Korban Kekerasan Seksual Dua Pria di Pantai Tedis
January 18, 2026 12:37 AM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eugenius Suba Boro


POS-KUPANG.COM, KUPANG — Seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Kupang berinisial FWA (13) menjadi korban kekerasan seksual dua pria.

Aksi kekerasan seksual anak di bawah umur itu terjadi di kawasan objek wisata Pantai Tedis, Kelurahan Lai-Lais Beis Koepan (LLBK), Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang.

Kapolsek Kota Lama, AKP Rachmat Hidayat mengatakan peristiwa tersebut telah dilaporkan secara resmi oleh pihak korban.

Baca juga: Polres TTS Ungkap Pelaku Kekerasan Seksual pada Gadis Disabilitas di Amanuban Selatan, Kabupaten TTS

“Benar ada kejadian tersebut dan sudah ada laporan yang masuk ke Polsek Kota Lama,” ujar AKP Rachmat Hidayat mejawab POS-KUPANG.COM, Jumat (16/1/2026).

Kronologi kejadian

Kapolsek mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (14/1/2025) saat korban sedang berteduh di kawasan Pantai Tedis.

Korban diduga mengalami tindakan kekerasan seksual dari dua pria yang berinisial RL dan YN. 

Kapolsek menjelaskan, korban sempat melakukan perlawanan. “Saat hendak dilakukan perbuatan tersebut, korban sempat menggigit tangan salah satu terduga pelaku berinisial YN,” jelas AKP Rachmat.

Namun, kedua terduga pelaku diduga tetap memaksa korban. Salah satu pelaku membuka pakaian korban secara paksa, sementara pelaku lainnya menahan tangan serta menutup mulut korban agar tidak berteriak meminta pertolongan. 

Korban juga diduga mendapat ancaman sehingga berada dalam kondisi ketakutan.

Baca juga: Siswa SMP di Kota Kupang Terjerat Kekerasan Seksual Berbasis Elektronik, Jual Teman dapat Fee

“Dari hasil penyelidikan awal, satu orang terduga pelaku diduga melakukan persetubuhan secara paksa, sementara satu lainnya melakukan perbuatan asusila,” ungkap AKP Rachmat.

Kedua terduga pelaku berasal dari Kampung Sabu, Kelurahan Fatufeto, Kecamatan Alak, Kota Kupang.

Ditolong pria tua

Ibu korban berinisial HH (33) menuturkan bahwa setelah kejadian tersebut, pakaian korban dibuang ke laut oleh para pelaku. 

Korban kemudian mendapat pertolongan dari seorang pria tua yang melintasi lokasi. Pria tua itu kemudian memberikan jas hujan untuk dikenakan.

Kapolsek mengatakan, kasus itu sedang ditangani pihaknya. “Saat ini, penanganan kasus tersebut masih dalam tahap pemberkasan oleh Polsek Kota Lama,” ujar dia.

Para pedagang prihatin

Kasus kekerasan seksual terhadap seorang anak di bawah umur itu menuai keprihatinan dari para pedagang setempat.

Indra, salah satu pedagang salome di kawasan Pantai Tedis membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara detail kejadian, karena sebagian besar pedagang sudah meninggalkan lokasi.

“Waktu itu hujan lebat banyak pedagang sudah pulang, termasuk saya. Yang masih ada di lokasi hanya anak-anak muda yang duduk sambil minum,” ujar Indra kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu (17/1/2026).

Informasi itu ia ketahui dari cerita sejumlah pedagang lain di sekitar Pantai Tedis.

Pengaruh miras 

Dari cerita itu, korban disebut memiliki hubungan asmara dengan salah satu terduga pelaku. Sementara itu, terduga pelaku lainnya merupakan teman dan saat itu berada dalam kondisi mabuk minuman keras.

“Beta dengar orang bilang mereka ternyata pacaran, hanya dia pu kawan satu lagi mabuk,” kata Indra.

Dia menambahkan, peristiwa tersebut diduga terjadi Rabu malam saat kondisi hujan dan aktivitas pedagang di kawasan pantai sudah berkurang.

Ia berharap aparat kepolisian dapat meningkatkan pengawasan dan penertiban, khususnya terhadap aktivitas konsumsi minuman keras di kawasan objek wisata.

“Polisi harus tertibkan orang-orang yang minum miras, karena dari miras banyak kejahatan bisa terjadi,” tegasnya. (uge)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.