TRIBUNNEWS.COM - Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, buka suara setelah kekalahan anak asuhnya dari Manchester United, Sabtu (17/1/2026).
Laga yang tersaji pada pekan ke-22 Liga Inggris di Old Trafford Stadium berakhir skor 2-0 untuk kemenangan tim tuan rumah.
Gol United dicetak oleh Bryan Mbeumo pada menit ke-65 dan Patrick Dorgu pada menit 76'.
Setan Merah sebenarnya dapat unggul lebih banyak jika gol Amad Diallo, Bruno Fernandes, dan Mason Maount tidak dianulir VAR karena offside pada masing-masing menit 34', 41', serta 90+2'.
Meski demikian, United tetap mampu mengamankan kemenangan sekaligus membalas kekalahan yang mereka derita pada pertemuan sebelumnya di markas Manchester City.
Perolehan kemenangan juga memutus rapor buruk United dari empat laga beruntun di seluruh kompetisi (satu kalah dan tiga imbang).
Pencapaian ini sekaligus menjadi catatan baik di awal kepelatihan Michael Carrick setelah ditunjuk sebagai interim mulai 13 Januari 2026 lalu.
Sementara itu, di kubu Manchester City, kekalahan tersebut menghentikan laju positif mereka di Liga Inggris.
The Citizens sebelumnya mencatatkan sembilan pertandingan beruntun tanpa kekalahan.
Namun, hasil negatif kali ini membuat pasukan Pep Guardiola gagal memperpanjang rekor tak terkalahkan menjadi sepuluh laga, sekaligus harus menelan kekalahan menyakitkan dalam laga bertajuk Derby Manchester.
Kekalahan sekaligus menahan perolehan Man City dengan 43 angka di posisi runner-up klasemen.
Man City tertinggal enam angka dari Arsenal yang menduduki puncak klasemen, sekaligus mendapatkan tantangan hebat dari tim posisi tiga klasemen, Aston Villa, dengan perolehan poin serupa.
Dalam sesi jumpa pers, Guardiola selaku pelatih Manchester City, memuji kekuatan tim yang mereka hadapi, Manchester United.
United dianggap bermain lebih baik dan pantas untuk meraih kemenangan.
"Tim yang lebih baik memenangkan pertandingan. Mereka memang lebih baik. Ketika sebuah tim bermain lebih baik, Anda harus menerimanya," ujar Pep Guardiola dilansir BBC Sports, Sabtu (17/1/2026).
Di mata Pep Guardiola, United bermain dengan semangat juang tinggi untuk memperoleh kemenangan.
"Mereka memiliki energi yang tidak kami miliki, jadi selamat untuk mereka," jelas Pep.
Sebaliknya, Guardiola menyoroti penampilan anak asuhnya sendiri yang gagal mengontrol jalannya pertandingan.
Pelatih asal Spanyol berharap setelah laga Man City dapat melakukan evaluasi terhadap situasi ini.
"Kami tidak mampu mengontrol permainan. Kami punya kewajiban untuk menganalisis pertandingan secara menyeluruh dan mereka memang lebih baik," ujar Pep.
Baca juga: Hasil Derby Manchester di Liga Inggris: MU Gulung City 2-0, Arsenal Paling Bahagia




















(Tribunnews.com/Bayu Panegak)