Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Malam belum sepenuhnya larut ketika laju kereta api di jalur Pantura Jawa mendadak melambat.
Hujan deras yang mengguyur pesisir utara Jawa Tengah sejak Jumat (16/1/2026) sore, perlahan mengubah rel baja di petak Pekalongan–Sragi menjadi lintasan yang tak lagi ramah bagi perjalanan kereta.
Sekitar pukul 23.10 WIB, luapan air mulai menggenangi bantalan rel.
Dalam senyap malam, genangan setinggi 9 hingga 20 sentimeter itu memaksa PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengambil langkah cepat demi keselamatan ribuan penumpang yang masih berada di dalam rangkaian kereta.
PT KAI Daop 3 Cirebon pun menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan perjalanan yang tak terhindarkan akibat kondisi tersebut.
"Atas kejadian ini kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh para penumpang, yang menyebabkan keberangkatan serta kedatangan di stasiun mengalami kelambatan. Kami juga mengucapkan terima kasih atas pengertian dari para pelanggan,” ujar Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, Sabtu (17/1/2026).
Demi menjaga keselamatan operasional, KAI melakukan penyesuaian pola operasi.
Sejumlah perjalanan kereta api dialihkan memutar dari jalur utara menuju jalur selatan, sementara sebagian lainnya terpaksa dihentikan sementara.
“Untuk sementara, kami melakukan pengalihan perjalanan kereta api memutar dari jalur utara ke jalur selatan dan membatalkan beberapa perjalanan,” ucapnya.
Kereta api yang dialihkan melalui jalur selatan, antara lain KA 30F Argo Anjasmoro relasi Gambir–Surabaya Pasarturi yang memutar melalui Tegal–Prupuk–Solo Balapan–Gundih.
Selain itu, KA 92 Jayabaya relasi Pasarsenen–Surabaya Pasarturi dan KA 96 Harina relasi Bandung–Surabaya Pasarturi juga harus menempuh rute lebih panjang melalui Tegal, Prupuk, Kroya, Solo, hingga Gundih.
Tak hanya pengalihan, sejumlah perjalanan kereta api juga harus dibatalkan.
Di antaranya KA Kaligung relasi Brebes–Semarang Poncol dan Cirebon Prujakan–Semarang Poncol, serta KA Merbabu relasi Semarang Tawang–Gambir dan sebaliknya.
Langkah tersebut diambil menyusul kondisi rel yang tak memungkinkan dilalui dengan kecepatan normal. Beberapa perjalanan bahkan tidak dapat melintas sama sekali demi menghindari risiko keselamatan.
Di lokasi terdampak, petugas PT KAI Daop IV Semarang telah diterjunkan untuk melakukan pemantauan intensif.
Upaya penanganan terus dilakukan, mulai dari pengaturan perjalanan kereta hingga koordinasi dengan pihak terkait agar genangan air segera surut.
Baca juga: 2 Hektare Lahan di Sumbon Indramayu Terendam Banjir, Petani Khawatir Tak Bisa Memulai Musim Tanam