Pencarian Pesawat ATR Indonesia di Gunung Bulusaraung Dilanjutkan Minggu Pagi
January 18, 2026 12:31 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Pencarian para korban dan pesawat  ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung perbatasan Pangkep-Maros, dan Bone, Provinsi Sulawesi Selatan dihentikan sementara pada Sabtu (17/1/2026) malam.

"Usai salat Subuh sebentar kita lanjutkan," kata personel Tim Reaksi Cepat (TRC) SAR Badan Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Pangkep, Asriandi Alwi (32), Sabtu malam, dilansir Tribun-Timur.com.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan mengatakan penghentian sementara dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca serta keterbatasan jarak pandang, terutama menjelang malam hari.

“Kita masih gerakkan dulu anggota ke kaki Gunung Bulusaraung. Selanjutnya kita lihat kondisi cuaca, kalau memang memungkinkan, pencarian tetap kita laksanakan,” katanya. 

Sebelum pencarian dihentikan sementara, tim SAR telah melakukan penyisiran melalui jalur udara dan darat.

Pencarian udara dilakukan menggunakan helikopter milik TNI AU. 

Dari hasil pantauan heli, petugas melihat satu titik merah yang dicurigai sebagai serpihan pesawat.

Namun, tim belum dapat memastikan temuan tersebut.

“Hasil dari heli melihat satu titik merah, tapi itu belum bisa dipastikan apakah itu serpihan pesawat,” jelasnya.

Baca juga: Menteri KKP Sebut 3 Stafnya yang Tumpangi Pesawat ATR 42-500 Tengah Jalankan Misi Pengawasan

Tim darat juga telah diterjunkan ke beberapa lokasi berdasarkan informasi masyarakat. 

Andi juga menyebut Tim SAR telah diberangkatkan menuju Puncak Gunung Bulusaraung pada pukul 20.00 WITA.

"Kami akan melihat kondisi cuaca di sana kalau memang harus cuaca memungkinkan dilakukan pencarian malam ini akan kami lakukan, tapi kalau tidak kami akan melakukan camp di Pos 3 Bulusaraung," ungkapnya, Sabtu malam, dikutip dari Kompas TV.

Pesawat Rute Yogyakarta-Makassar

Untuk informasi, Pesawat ATR milik Indonesia Air Transport (IAT) rute Yogyakarta - Makassar yang hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada Sabtu siang. 

Pesawat ATR 42-500 tersebut hilang kontak setelah melakukan penerbangan dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta, menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Kronologi Hilang Kontak

  • Penerbangan dari Yogyakarta ke Makassar: Pesawat ATR 42-500 buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611 berangkat dari Bandara Adi Sucipto.
  • Waktu kejadian: Hilang kontak sekitar pukul 04.23 UTC (11.23 WIB) saat melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandara Sultan Hasanuddin.
  • Posisi terakhir: Teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya oleh Air Traffic Control (ATC) Makassar.
  • Lokasi dugaan jatuh: Kawasan pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-Leang, Kabupaten Maros. Basarnas mendirikan posko pencarian di sekitar lokasi.

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono mengonfirmasi terkait pegawainya ikut dalam Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang dilaporkan hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

"Perlu kami sampaikan bahwa benar terdapat pegawai KKP dalam pesawat tersebut yang melakukan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara atau air surveillance di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia," kata Sakti dalam jumpa pers di Kantor KKP, Jakarta, Sabtu (17/1/2026).

Tim air surveillance itu dari Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP).

Berikut datanya: 

  1. Ferry Irrawan dengan pangkat Penata Muda Tingkat I, jabatan Analis Kapal Pengawas.
  2. Deden Mulyana dengan pangkat Penata Muda Tingkat I, jabatan Pengelola Barang Milik Negara.
  3. Yoga Nauval, jabatan Operator Foto Udara.

Dalam kesempatan yang sama, Dirut PT Indonesia Air Transport, Tri Adi Wibowo menyebut ada 7 kru mereka yang berada di dalam pesawat, yaitu:

  1. Capt. Andy Dahananto
  2. Yudha Mahardika
  3. Hariadi
  4. Franky D Tanamal
  5. Junaidi
  6. Florencia Lolita
  7. Esther Aprilita S

(Tribunnews.com/Gilang P, Mario C Sumampow) (Tribun-Timur.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.