SURYA.CO.ID - Tidak terasa bulan Rajab segera berakhir. Berakhirnya Rajab menjadi penanda bahwa bulan penuh berkah lainnya, yaitu Sya'ban, akan segera tiba.
Seperti bulan Rajab, bagi umat Muslim, bulan Sya'ban adalah bulan pemanasan sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.
Lantas, kapan 1 Sya'ban 1447 Hijriyah jatuh dalam penanggalan 2026 Masehi? Simak ulasan lengkapnya.
Baca juga: Doa Rajab Allahumma Bariklana Fi Rajaba Wa Syabana dan Maknanya
Berdasarkan Kalender Hijriyah Indonesia yang diterbitkan oleh Kementerian Agama dan organisasi Islam besar lainnya, berikut perkiraan jadwalnya:
Akhir Rajab 1447 H: diperkirakan jatuh pada tanggal 19 Februari 2026.
1 Sya'ban 1447 H: diperkirakan jatuh pada hari Jumat, 20 Februari 2026.
Sebagai catatan, penetapan resmi di Indonesia biasanya menunggu hasil Sidang Isbat atau pemantauan hilal (rukyatul hilal) yang dilakukan oleh pemerintah dan otoritas terkait.
Sya'ban adalah bulan yang berada di antara Rajab dan Ramadhan.
Nabi Muhammad SAW sangat mengistimewakan bulan ini. Berikut beberapa keutamaannya:
1. Bulan Pelaporan Amal
"Sya'ban adalah bulan laporan amal kepada Allah. Maka saya senang amal saya dilaporkan sementara saya dalam kondisi berpuasa". (HR Nasai No 2356, Ahmad No 21753 dan disahihkan oleh Ibnu Khuzaimah).
2. Persiapan Menuju Ramadhan
Para ulama terdahulu sering menyebut Rajab sebagai bulan menanam, Sya'ban bulan menyiram, dan Ramadhan bulan memanen.
Sya'ban adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak puasa sunnah agar fisik lebih siap saat Ramadhan tiba.
3. Malam Nisfu Sya'ban
Di pertengahan bulan (malam ke-15), terdapat malam Nisfu Sya'ban.
Banyak umat Muslim menghidupkan malam ini dengan doa dan istighfar karena dipercaya sebagai malam penuh ampunan sebagaimaan hadis dikutip SURYA.co.id dari laman Nahdlatul Ulama (NU):
Artinya, “Allah ‘azza wa jalla melihat (amalan) hamba-Nya pada malam pertengahan bulan Sya’ban, maka Ia mengampuni semua makhluknya kecuali orang yang musyrik dan orang yang bermusuhan.” (HR At-Thabrani).