TRIBUNNEWS.COM - Kepala Operasi Kantor SAR Makassar, Andi Sultan menanggapi diduga serpihan pesawat ATR-42 500 yang ditemukan pendaki Gunung Bulusaraung yang berada di perbatasan Pangkep-Maros, dan Bone, Provinsi Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026).
Diketahui video dan foto penampakan serpihan diduga milik pesawat ATR milik Indonesia Air Transport yang ditemukan oleh pendaki, beredar di media sosial.
Seperti dikutip dari unggahan akun Instagram @makassar_iinfo, tampak diduga serpihan pesawat dalam kondisi terbakar.
Selain diduga serpihan pesawat, ada pula barang lain seperti dokumen dan semacam logo sebuah instansi dengan lambang Garuda.
"Beredar informasi dugaan kecelakaan pesawat di atas wilayah Maros. Saat ini disebutkan adanya temuan serpihan pesawat di sekitar puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros. Sabtu sore (17 Januari 2026)," tulis keterangan unggahan tersebut.
Menurut Andi Sultan, pihaknya sudah mendapatkan informasi mengenai serpihan yang diduga milik pesawat ATR itu.
Saat ini, serpihan-serpihan tersebut sudah diamankan di rumah Kepala Dusun setempat.
"Kami terima informasi pukul 16.33 dari potensi SAR yang ada di sana dan mengirimkan gambar diduga sebagai serpihan pesawat."
"Kami sudah komunikasi dengan pendaki, kami sudah konfirmasi dengan Pak Dusun, serpihan yang dibawa sama pendaki sebagian sudah diserahkan ke Pak Dusun," ungkap Andi dalam wawancara bersama Kompas TV, Sabtu malam.
Adapun pencarian akan dilanjutkan kembali pada Minggu pagi sekira pukul 05.00 WITA.
Untuk informasi, Pesawat ATR milik Indonesia Air Transport (IAT) rute Yogyakarta - Makassar yang hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada Sabtu siang.
Pesawat ATR 42-500 tersebut hilang kontak setelah melakukan penerbangan dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta, menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.
Baca juga: Pencarian Pesawat ATR Indonesia di Gunung Bulusaraung Dilanjutkan Minggu Pagi
Kronologi Hilang Kontak
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono mengonfirmasi terkait pegawainya ikut dalam Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang dilaporkan hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
"Perlu kami sampaikan bahwa benar terdapat pegawai KKP dalam pesawat tersebut yang melakukan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara atau air surveillance di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia," kata Sakti dalam jumpa pers di Kantor KKP, Jakarta, Sabtu (17/1/2026).
Tim air surveillance itu dari Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP).
Berikut datanya:
Dalam kesempatan yang sama, Dirut PT Indonesia Air Transport, Tri Adi Wibowo menyebut ada 7 kru mereka yang berada di dalam pesawat, yaitu:
(Tribunnews.com/Gilang P, Mario C Sumampow) (Tribun-Timur.com)