Transformasi, Liga 4 Bali Bakal Bertajuk Piala Gubernur, Cetak SDM Berkualitas Raih Emas PON 2028
January 18, 2026 12:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Angin segar bagi kancah sepak bola di Pulau Dewata. 

Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Bali mulai tancap gas melakukan transformasi besar-besaran, mulai dari perubahan format kompetisi kasta terendah hingga misi memperkuat fondasi sumber daya manusia (SDM) sepak bola daerah.

Langkah konkret ini diawali dengan audiensi jajaran pengurus (Plt.) Asprov PSSI Bali bersama Gubernur Bali, Wayan Koster, di Jaya Sabha, Denpasar, Bali pada Sabtu 17 Januari 2026.

Pertemuan strategis ini membuahkan Kompetisi Liga 4 PSSI Bali 2025/2026 resmi akan mengusung nama Piala Gubernur Bali.

Baca juga: Asprov PSSI Bali: Pemusatan Latihan di Bali Bikin Timnas Indonesia Lebih Matang Jelang Laga Krusial

Sekretaris Umum Asprov PSSI Bali, Dewa Made Teges Wirawan, mengungkapkan bahwa dukungan penuh dari orang nomor satu di Bali ini menjadi suntikan semangat bagi klub-klub amatir di Bali.

"Kehadiran kami disambut baik oleh Bapak Gubernur. Nantinya, Liga 4 akan bernama Piala Gubernur Bali. Surat rekomendasi dan penunjang lainnya didukung langsung oleh beliau," ujar Dewa Made Teges kepada Tribun Bali, pada Minggu 18 Januari 2026.

Transformasi nama ini diharapkan mampu meningkatkan pamor kompetisi sekaligus menarik minat sponsor dan penonton lebih luas, demi menghidupkan kembali gairah kompetisi akar rumput.

Tak hanya soal kompetisi, Asprov PSSI Bali juga menaruh perhatian besar pada kualitas SDM di bidang olahraga khususnya sepak bola.

Dalam sosialisasi program kerja yang digelar di Bali United Cafe sehari sebelumnya, terungkap rencana penyelenggaraan Kursus Pelatih Lisensi D dengan biaya terjangkau.

Ini menjadi kabar baik bagi para mantan pemain atau pegiat bola di Bali yang ingin meniti karier profesional sebagai arsitek lapangan hijau. 

Selain itu, kursus wasit C3 juga akan dikaji ulang demi melahirkan pengadil lapangan yang lebih berkompeten dan berintegritas.

Gebrakan ini bukan tanpa alasan. Semua program yang dirancang saat ini, termasuk pengembangan sepak bola usia muda, sepak bola wanita, hingga futsal dan sepak bola pantai, memiliki satu muara besar yakni PON XXII Tahun 2028.

Asprov PSSI Bali menargetkan persiapan matang tim Pra PON Bali agar mampu berbicara banyak saat berlaga di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) mendatang.

Saat ini, kendali organisasi berada di bawah Pelaksana Tugas (Plt.) hingga Juli 2026. Dalam enam bulan ke depan, fokus utama pengurus adalah memastikan roda organisasi tetap berjalan stabil dan program-program strategis di atas dapat terealisasi sebelum pemilihan Ketua Umum definitif periode berikutnya.

Dengan semangat "bergerak cepat", Asprov PSSI Bali berupaya membuktikan bahwa masa transisi kepemimpinan bukanlah hambatan untuk mencetak prestasi dan kemajuan bagi sepak bola Bali. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.