Bali Kembali Jadi Tuan Rumah Dharma Santi Nyepi Nasional 2026, Undang Prabowo Subianto
January 18, 2026 12:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setelah 6 tahun berlalu, Bali kembali jadi tuan Dharma Santi Nyepi Nasional di tahun 2026 ini.

Bali terakhir kali menjadi tuan rumah pada 2019 silam.

Dan tahun ini, Pulau Dewata dipastikan akan kembali menjadi tuan rumah Dharma Santi Nasional Tahun Baru saka 1948 yang digelar April 2026 mendatang.

Wakil Ketua Umum Panitia, I Nyoman Kenak mengatakan, tema yang diusung tahun ini adalah ''Vasudhaiva Kutumbakam: Nusantara Harmoni, Indonesia Maju''.

Baca juga: Tanggapi Dharma Santi Nasional, Nyoman Kenak: Penting Menciptakan Umat yang Berkualitas

Konsep ini menekankan bahwa meski berbeda-beda, seluruh manusia adalah satu keluarga besar.

"Tema ini selaras dengan nilai kebangsaan kita. Kami ingin memperkuat rasa persaudaraan melalui inklusivitas dan harmoni sosial," ujar pria yang menjadi Ketua PHDI Bali ini, saat dihubungi Minggu, 18 Januari 2026.

Menurut Nyoman Kenak, perhelatan tersebut akan dipusatkan di Taman Budaya Art Center Denpasar pada Jumat 17 April 2026.

Panitia juga telah mengagendakan undangan resmi bagi Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk hadir langsung.

Acara ini diharapkan menjadi momentum simakrama atau ajang silaturahmi sekaligus refleksi spiritual bagi umat Hindu di seluruh Nusantara.

Selain acara puncak di Denpasar, panitia telah menyusun agenda yang mencakup aspek sosial dan spiritual atau Tri Hita Karana.

Seperti aksi sosial dan kesehatan berupa bakti kesehatan rencananya akan menyasar wilayah Sumatra.

Penanaman pohon serentak di berbagai daerah di Indonesia.

Untuk Tawur Agung Kesanga akan dipusatkan di Prambanan pada 18 Maret 2026.

Selain Dharma Santi, juga akan digelar ritual Makerti Ayuning Segara di Danau Buyan atau Batur pada 8 Maret serta Seminar Nasional pada 2 April.

Dengan berbagai rangkaian acara ini, Dharma Santi Nasional 2026 diharapkan mampu menjadi perekat persatuan nasional sekaligus memperkokoh eksistensi budaya dan spiritualitas Hindu di Indonesia.

Menurut Kenak, panitia penyelenggara juga telah melakukan audiensi dengan Gubernur Bali, Wayan Koster, di Kantor Gubernur Bali.

Menurutnya, Koster menyambut baik penunjukan Bali sebagai tuan rumah.

Ia menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk memfasilitasi kebutuhan acara, mulai dari lokasi, penataan dekorasi, hingga sistem pencahayaan.

Sementara itu, Ketua Umum Panitia, Marsda TNI (Purn.) I Made Susila Adnyana, memberikan apresiasi atas dukungan penuh Pemprov Bali.

Menurutnya, acara ini bukan sekadar seremonial, melainkan upaya meningkatkan Śraddhā dan Bhakti umat dalam kehidupan berbangsa. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.