Kementan Salurkan Ratusan Vaksin LSD ke Jembrana Bali, Peternak Diminta Jaga Kebersihan Kandang
January 18, 2026 12:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Kementerian Pertanian melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan turun langsung ke Jembrana usai adanya sampel positif LSD pada sapi milik warga, Sabtu 17 Januari 2026. 

Kementan juga menyerahkan 500 dosis vaksin LSD, alat pendukung kesehatan, obat-obatan hingga desinfektan. 

Peternak juga diminta harus rutin menjaga kebersihan kandang, lakukan penyemprotan hingga batasi lalu lintas ternak untuk sementara waktu.

Menurut data yang berhasil diperoleh, bantuan yang diserahkan Kementerian Pertanian kepada Pemkab Jembrana di antaranya 500 dosis vaksin LSD, 500 tube EDTA, 500 tube plain, 500 needle, serta dukungan obat-obatan dan disinfektan. 

Baca juga: Kadistan Bali Tegaskan Lockdown Hanya di Jembrana, Gencar Cegah Penularan Penyakit LSD Ternak Sapi

Penyerahan dilakukan langsung oleh Direktur Kesehatan Hewan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, drh. Hendra Wibawa kepada Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, yang didampingi Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), di Balai Tempek III, Br. Tunas Mekar, Desa Manistutu, Melaya.

Setelah penyerahan itu, Petugas Medikvet di Jembrana bakal langsung mulai eksekusi vaksin tersebut ke sejumlah wilayah ditemukan kasus mulai Senin 19 Januari 2026 besok.

"Kita menerima peralatan lengkap untuk mencegah penyakit LSD (Lumpy Skin Disease) atau lato-lato ya, benjol-benjol. Jadi ini lengkap, komplit. Ada vaksin, obat-obatan, multivitamin, dan juga disinfektan. Ya, terima kasih. Jadi pemerintah pusat diserahkan ke provinsi dan diserahkan kepada kami," ujar Bupati Kembang, Sabtu 17 Januari 2026 kemarin.

Menurutnya, respons cepat pemerintah pusat adalah bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga ekonomi masyarakat peternak terutama dalam mencegah penyebaran virus LSD di Jembrana, Bali.

"Ini adalah salah satu upaya kita untuk mempercepat menangani menyebarnya penyakit LSD pada sapi. Jadi kolaborasi yang luar biasa hari ini, Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten, dan masyarakat peternak. Semoga dengan upaya yang luar biasa ini, segera penyakit LSD ini bisa kita selesaikan," tegasnya.

Sementara itu, Direktur Kesehatan Hewan, drh. Hendra Wibawa, memberikan instruksi teknis kepada para peternak dan petugas di lapangan guna memutus rantai penularan. 

Setiap menemukan gejala benjolan agar dilaporkan ke petugas untuk segera diperiksa.

"Nanti petugas akan langsung memastikan apakah itu LSD atau penyakit kulit biasa. Jika ditemukan indikasi sakit, segera lakukan isolasi mandiri dengan memisahkan ternak tersebut dari kawanan yang sehat," ujarnya.

Hendra juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan lingkungan kandang untuk mengusir serangga pembawa virus seperti nyamuk dan lalat.

"LSD ini disebarkan melalui nyamuk dan lalat. Jadi, pemilik ternak harus rajin membersihkan kandang agar tidak lembap, gunakan insektisida bila perlu, dan batasi lalu lintas ternak yang keluar-masuk," imbuhnya.

Kementan juga secara spesifik menekankan pentingnya benteng perlindungan melalui vaksinasi agar penyebaran virusnya tak meluas lagi.

"Kami minta tim terpadu di daerah terus memberikan edukasi kepada peternak agar proses pengendalian ini berjalan cepat dan tepat sasaran," tandasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.