TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perkembangan teknologi Web3 dinilai memasuki fase baru dengan penekanan pada adopsi nyata di luar perdagangan aset kripto.
Sektor sport-tech dan gaming disebut menjadi pintu masuk penting untuk memperluas pemanfaatan Web3 dalam aktivitas sehari-hari masyarakat.
Pandangan tersebut mengemuka dalam diskusi panel offline bertajuk “Web3 Game On: Real Adoption Through Sport-Tech & Community Ecosystem” yang digelar di Yogyakarta, Sabtu (17/1/2026) kemarin.
Acara ini menghadirkan diskusi lintas perspektif dari pelaku proyek Web3, komunitas, dan pedagang aset kripto sebagai bagian dari ekosistem penggerak adopsi Web3 di Indonesia.
Diskusi dimoderatori oleh Cryptosiast dan menghadirkan tiga narasumber, yakni perwakilan dari DRX Token, Tokocrypto, serta komunitas Cryptosiast.
Para panelis membahas bagaimana Web3 dapat diadopsi secara nyata dan berkelanjutan, tidak berhenti sebagai objek spekulasi atau tren pasar sesaat.
Para panelis sepakat bahwa adopsi Web3 yang sesungguhnya tidak dapat diukur dari tingginya volume perdagangan atau euforia pasar.
Ukuran utama adopsi dinilai terletak pada relevansi teknologi dengan kebutuhan pengguna serta konsistensi penggunaannya dalam aktivitas sehari-hari.
Pengalaman yang memberikan nilai nyata dan dapat digunakan secara berulang menjadi kunci utama adopsi jangka panjang.
Web3 Marketing Manager DRX Token, Bariq Hasnan, menjelaskan bahwa DRX Token tidak diposisikan hanya sebagai token, melainkan sebagai bagian dari ekosistem sport-tech yang menghubungkan olahraga, mini game, dan komunitas dalam satu pengalaman terintegrasi.
Pendekatan community-driven dan gamification diterapkan agar pengguna tetap aktif dan terlibat, tidak hanya bergantung pada kondisi pasar kripto.
Dari sisi pedagang aset kripto, Business Development & Research Tokocrypto, Indriana, menyoroti tantangan besar dalam mendorong pengguna untuk beralih dari aktivitas trading menuju pemahaman dan penggunaan ekosistem Web3 secara menyeluruh.
Kompleksitas teknis, mulai dari penggunaan dompet digital, pengelolaan private key, gas fee, hingga risiko salah jaringan, penipuan, dan interaksi kontrak berbahaya, masih menjadi hambatan utama bagi pengguna pemula.
“Mindset sebagian besar pengguna masih berorientasi pada trading dan profit jangka pendek. Padahal, Web3 menekankan partisipasi aktif, pemanfaatan utility, serta konsep kepemilikan aset digital. Peran pedagang aset kripto menjadi penting sebagai gerbang awal yang aman, sekaligus penyedia edukasi dasar terkait Web3 dan risikonya,” kata Indriana.
Sebagai pedagang aset kripto, Tokocrypto berperan menjembatani pengguna dari fiat ke kripto, membantu proyek Web3 menjangkau basis pengguna yang lebih luas, serta membangun kepercayaan melalui proses kurasi dan transparansi. Tokocrypto juga aktif mendukung edukasi dan literasi Web3 melalui berbagai kegiatan komunitas dan acara offline.
Sementara itu, perwakilan Cryptosiast Community, Fandi Achmad, menekankan bahwa keberlanjutan proyek Web3 sangat ditentukan oleh kualitas pengalaman pengguna dan tingkat keterlibatan komunitas. Menurutnya, pengalaman berbasis gim, acara komunitas, dan keterlibatan dalam aktivitas olahraga memiliki peran besar dalam membangun loyalitas komunitas dibandingkan sekadar insentif token.
Menutup diskusi, para panelis sepakat bahwa agar Web3 gaming dan sport-tech dapat benar-benar menjadi arus utama, fokus pengembangan harus diarahkan pada pengalaman pengguna yang relevan dan seamless, tanpa membebani pengguna dengan kompleksitas teknis Web3. Nilai utama harus tetap berada pada kualitas gameplay, pengalaman penggemar, serta manfaat nyata yang dirasakan langsung oleh pengguna.
Dalam kesempatan tersebut, Tokocrypto juga menegaskan komitmennya untuk terus berperan sebagai enabler edukasi dan adopsi Web3 di Indonesia dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan transparansi.
Masyarakat diimbau untuk selalu melakukan riset mandiri (do your own research/DYOR). Seluruh diskusi yang disampaikan dalam acara ini ditegaskan bukan merupakan saran investasi atau rekomendasi finansial (not financial advice/NFA).
Tokocrypto merupakan pedagang aset kripto yang sebelumnya terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dan kini berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Platform ini memiliki lebih dari 4 juta pengguna dan memperdagangkan lebih dari 400 token atau koin. Adapun DRX Token merupakan aset kripto utilitas yang berfokus pada pengembangan ekosistem digital dan Web3 di Indonesia melalui pemanfaatan teknologi blockchain.