Oleh: Rudiyanto S.Pd., Gr - Guru Pendidikan Agama Islam dan Penulis Bangka Selatan
ISRA dan Mikraj Nabi Muhammad SAW merupakan sebuah peristiwa perjalanan spiritual Nabi Muhammad dari Masjidil Haram (Makkah) ke Masjidil Aqsa (Palestina) yang dilanjutkan sampai ke langit ke-7 atau sidratul muntaha. Dalam perjalanan spiritual tersebut, Nabi Muhammad SAW diperlihatkan oleh Allah Swt tanda-tanda kebesaran-Nya, surga dan neraka dan lain sebagainya. Peristiwa ini menjadi sejarah Islam yang sangat fenomenal karena melalui peristiwa Isra Mikraj inilah Nabi Muhammad SAW bertemu langsung dengan Allah Swt dan menerima perintah untuk menunaikan salat lima waktu.
Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi diperingati oleh seluruh umat Islam di seluruh penjuru dunia pada Jumat, 16 Januari. Dalam dunia pendidikan, peringatan Isra Mikraj ini dapat dijadikan sebagai momentum untuk meningkatkan spiritual dan moral peserta didik di tengah-tengah krisis multidimensional yang kita alami saat ini.
Dewasa kini, generasi modern seperti generasi Z dan generasi Alpha cenderung meninggalkan dan mengesampingkan kegiatan-kegiatan ibadah spiritual dan norma-norma yang berlaku. Anak-anak justru lebih asyik dengan gadget dan aktivitas media sosialnya yang notabene adalah kegiatan melalaikan. Lebih daripada itu, anak-anak zaman modern seperti sekarang ini justru sangat mudah terjerumus kepada aktivitas-aktivitas yang melanggar norma-norma seperti perundungan, intoleransi, kekerasan seksual, judi online, dan lain sebagainya.
Oleh karena itu, hendaknya tiap-tiap satuan pendidikan dapat mempersiapkan dan menyelenggarakan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW dengan khidmat dan penuh makna. Satuan pendidikan dapat mempersiapkan peringatan Isra Mikraj dengan pembentukan panitia, menyusun agenda dan roundown acara, menentukan tempat kegiatan dan lain sebagainya. Adapun acara peringatan Isra Mikraj hendaknya diarahkan kepada penguatan dan penanaman spiritual dan moral seperti ceramah agama atau tausiah, lomba-lomba keagamaan, dan lain sebagainya.
Menurut hemat penulis, beberapa kegiatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 H yang dapat dijadikan sebagai rujukan dalam rangka untuk meningkatkan spiritual dan moral peserta didik antara lain adalah sebagai berikut:
1. Ceramah agama, tausiah atau pemberian materi pentingnya ibadah salat
Ketika Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan spiritual Isra dan Mikraj, beliau menerima wahyu secara langsung dari Allah Swt agar Nabi Muhammad dan umatnya menjalankan ibadah salat lima waktu. Realitasnya yang terjadi saat ini banyak sekali insan-insan yang lalai bahkan dengan sengaja meninggalkan ibadah salat. Padahal, ibadah salat adalah ibadah wajib yang harus dikerjakan oleh seluruh umat muslim dan merupakan amalan yang pertama kali akan dihisab di akhirat kelak.
Oleh karena itu, momentum peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 H ini hendaknya dapat diisi dengan ceramah agama, tausiah atau pemberian materi tentang pentingnya menunaikan ibadah salat. Tujuannya adalah agar para peserta didik memperoleh pengetahuan dan kesadaran lebih terkait menunaikan ibadah salat.
2. Open donasi
Saat ini beberapa daerah di Indonesia masih dirundung duka akibat bencana seperti tanah longsor, banjir dan lain sebagainya seperti yang terjadi di daerah Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, satuan pendidikan dalam rangka memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW agar dapat menyelenggarakan kegiatan open donasi bagi keluarga yang terkena dampak bencana. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan moral dan karakter kepedulian pada peserta didik yang dewasa kini cenderung menurun.
3. Lomba-lomba keagamaan berbasis peningkatan moral dan karakter
Dalam rangka memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 H ini, satuan pendidikan dapat menyelenggarakan kegiatan perlombaan islami yang bertujuan untuk meningkatkan spiritual dan moral peserta didik serta sesuai dengan tema Isra Mikraj. Beberapa contoh kegiatan lombanya meliputi lomba azan, lomba bacaan dan doa salat, cerdas cermat, dan lain sebagainya. (*)