Pemkab Wonosobo Gandeng Geo Dipa, Dorong Potensi Panas Bumi Jadi Daya Tarik Eduwisata
January 18, 2026 04:54 PM

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Potensi panas bumi atau geotermal di kawasan Dieng mulai diperkenalkan lebih luas sebagai bagian dari penguatan daya tarik Geopark Dieng. 

Disparbud Kabupaten Wonosobo lantas menggandeng PT Geo Dipa Energi untuk mengenalkan geotermal sebagai wisata berbasis edukasi.

Kabid Pemasaran Pariwisata Disparbud Kabupaten Wonosobo, Fatonah Ismangil mengatakan, kolaborasi tersebut dilakukan untuk mempromosikan potensi geotermal di kawasan Dieng.

“Kami bermaksud untuk berkolaborasi dengan Geo Dipa untuk mempromosikan terkait potensi geotermal di Dieng,” kata Fatonah, Minggu (18/1/2026).

Baca juga: Saat wisatawan Meracik Teh Sendiri di Tambi Tea Museum Wonosobo, Jadi Pengalaman Tak Terlupakan

• Laris Manis Jeep Wisata Keliling Dieng Wonosobo, Musim Liburan Sering Kekurangan Armada

Menurut Fatonah, geotermal merupakan potensi unggulan dan menjadi nilai tambah bagi kawasan geopark. 

Dieng telah dikenal sebagai wilayah dengan kekayaan geologi yang khas.

“Ini adalah potensi unggulan yang harusnya sama-sama bangga, karena tidak ada di daerah lain,” ujarnya.

Dia menilai, potensi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata berbasis pengetahuan. 

“Kebetulan di Geopark Dieng yang salah satu potensinya adalah geotermal,” tutur Fatonah.

Fatonah mengungkapkan, selama ini pemahaman masyarakat terhadap panas bumi dan aktivitas Geo Dipa masih terbatas. 

Banyak yang belum mengetahui apa itu geotermal dan bagaimana proses produksinya.

Melalui kolaborasi ini, Disparbud ingin menggali informasi lebih dalam terkait geotermal agar dapat disampaikan ke masyarakat secara lebih luas.

Pengembangan eduwisata geotermal ini terhubung dengan program Bangga Berwisata di Wonosobo yang diluncurkan sejak November 2025.

Terpisah, Public Relations PT Geo Dipa Energi, Muhammad Anurofik menjelaskan, kunjungan ke Geo Dipa bisa dilakukan melalui mekanisme resmi.

Setelah surat diterima, Geo Dipa akan menyesuaikan jadwal dan menerima kunjungan sesuai agenda. 

"Kami akan berikan penjelasan terkait apa itu Geo Dipa, juga terkait geotermal,” katanya.

Baca juga: Mengintip Rahasia Pabrik Teh Tambi yang Berdiri Sejak 1957 di Lereng Sindoro Wonosobo

• BKD Wonosobo Pilih Patuh Aturan Pusat, Tegaskan Tak Lagi Rekrut Tenaga Honorer

Jika memungkinkan, pengunjung juga dapat diajak ke lokasi lapangan seperti sumur panas bumi atau pembangkit listrik.

Pihaknya menegaskan, kunjungan ke area produksi wajib mengikuti standar operasional prosedur (SOP), termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD).

Dalam kunjungan edukatif, mereka dapat mempelajari apa itu panas bumi, kandungannya, serta proses pemanfaatannya. 

"Panas bumi di Dieng itu bukan menghasilkan gas, melainkan uap air."

"Produk akhir dari proses tersebut adalah listrik yang disalurkan ke PLN," ucapnya.

Saat ini, kawasan geotermal Dieng memiliki sekira 15 well pad dan sekira 50 sumur.

Tidak semua sumur aktif, sebagian memerlukan perawatan atau treatment ulang.

Untuk pembangkit listrik, Geo Dipa memiliki kapasitas terpasang 60 megawatt dan 12 megawatt, dengan produksi harian yang menyesuaikan kondisi operasional.

Konsep eduwisata geotermal ini masih tergolong baru dan menjadi bagian dari penguatan narasi Geopark Dieng sebagai kawasan wisata berbasis edukasi, lingkungan, dan energi terbarukan.

“Kami terbuka untuk kunjungan, tetapi harus menyesuaikan jadwal di Geo Dipa,” tutupnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.