TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU – Kabupaten Malinau siap menyambut gelaran peringatan Hari Otonomi Desa tingkat Provinsi Kalimantan Utara ( Kaltara ) tahun 2026.
Acara yang dipusatkan di Desa Wisata Pulau Sapi ini, akan menyuguhkan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari pameran potensi desa, hingga seminar nasional.
Sebagai informasi, Pulau Sapi adalah sebuah desa wisata yang terletak di Kecamatan Mentarang, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara.
Lokasi Pulau Sapi berjarak sekitar 15 menit dari pusat Kota Malinau.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Malinau, jarak Kecamatan Mentarang ke ibu kota Kabupaten Malinau sekitar 12,20 km
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malinau, Muhammad Fiteriady, menjelaskan bahwa rangkaian acara peringatan Hari Otonomi Desa tingkat Provinsi Kaltara akan berlangsung selama empat hari.
Yakni, mulai sejak tanggal 27 hingga 30 Januari 2026.
Baca juga: Sambut Hari Otonomi Desa se-Kaltara di Malinau, Desa Wisata Pulau Sapi Siapkan Dua Lokasi
Rangkaian Agenda Utama dan garis besar kegiatan di antaranya senagai berikut:
Pembukaan stan pameran.
Sebanyak minimal 35 desa akan mendirikan stan untuk memamerkan potensi dan produk unggulan desa masing-masing.
Masyarakat umum sudah mulai bisa mengunjungi lokasi pada hari ini.
Upacara Peringatan Hari Otonomi Desa yang akan dipimpin langsung oleh Gubernur Kalimantan Utara sebagai Inspektur Upacara
Akan dilanjutkan dengan pembukaan pameran secara resmi.
Pelaksanaan Seminar Nasional.
Agenda ini akan menghadirkan narasumber tingkat nasional, yakni Prof. Ermaya (Guru Besar/Mantan Gubernur Lemhannas) dan Direktur Jenderal dari Kementerian Desa (Kemendes).
Selain agenda formal, lokasi acara juga dimeriahkan dengan pasar malam, pentas seni dan kreasi dan kehadiran pelaku UMKM dari berbagai perwakilan daerah di Kaltara.
Muhammad Fiteriady menyampaikan bahwa koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk memastikan kesuksesan acara.
Pihak DPMD bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait tengah fokus pada pengaturan teknis di lapangan.
"Kami telah membagi peran masing-masing OPD, mulai dari penyiapan stan pameran oleh para kepala desa, pengisian acara budaya oleh Dinas Pariwisata, hingga pengaturan lalu lintas dan parkir oleh Dinas Perhubungan untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung," katanya.
Diwawancarai terpisah, Kades Pulau Sapu, Rudi mengatakan persiapan saat ini hampir rampung.
Koordinasi antar pemerintah desa terus dibangun terutama untuk rencana pameran 35 desa.
"Untuk stan atau 'Lepo Kadang' itu sekat-sekatnya sudah selesai.
Jadi nanti ini akan menjadi stan pameran 35 desa yang berpartisipasi," ungkapnya.
(*)
Penulis: Mohammad Supri