Keluarga Farhan Tiba dari Malili Sejak Subuh, Menanti Kabar Sang Co-Pilot
January 18, 2026 07:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Keluarga Farhan Gunawan, Co-Pilot pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport (IAT) yang jatuh di perbatasan Pangkep-Maros, Sulsel, tiba sejak dini hari di posko keluarga penumpang yang didirikan di Kantor Divisi Security Bandara Sultan Hasanuddin, Minggu (18/1/2026).

‎"Satu mobil dari Malili," ucap Paman Farhan kepada Tribun-Timur.Com, Haji Wahyu.

‎Namun kedua orang tua Farhan tidak ikut ke posko. ‎

Sebabnya, kondisi kesehatan ibu Farhan memburuk saat baru tiba di Makassar. Ayah Farhan menjaga Ibu Farhan yang sedang dirawat. 

‎"Ayah Farhan sedang menjaga Ibu farhan yang sementara sedang dirawat," ucap Haji Wahyu.

Selain Farhan, keluarga dari Pilot Andy Dahananto juga dikabarkan mendatangi posko.

Posko keluarga penumpang didirikan sebagai pusat informasi pencarian dan evakuasi pesawat bagi keluarga penumpang. 

Pencarian penumpang pesawat ATR 42-500 Indonesia sampai saat ini masih terus dilakukan.

‎‎Kepala Basarnas Sulsel Muhammad Arif Anwar mengatakan dalam pencarian tim terkendala oleh medan terjal dan cuaca yang ekstrem.

‎‎Dalam pencarian, Tim SAR gabungan mengombinasikan pencarian darat dan udara.

‎Tim pencarian udara terdiri Helikopter Caracal dan pesawat Boeing TNI Angkatan Udara.

‎Sementara pencarian darat terdiri dari 1.200 personel dari berbagai unsur instansi.

‎Arif mengatakan, dari Basarnas sendiri, dibagi empat tim yang menyebar ke empat titik pencarian.

‎Metode ini digunakan agar tidak korban yang terlewatkan.

‎"Kami dari Basarnas sendiri membagi empat SRU dan membagi empat titik pencarian, melalui penyapuan lewat darat, sehingga tidak ada korban yang terlewatkan," ucapnya.

‎pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) rute Yogyakarta–Makassar hilang kontak di perbatasan Pangkep-Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1/2026).

‎Pesawat membawa 10 orang penumpang yang terdiri dari tujuh kru dan dan tiga penumpang.

‎Tujuh kru tersebut adalah Kapten Andy Dahananto selaku pilot, FOO Hariadi, EOB Restu Adi, DOB Dwi Murdiono, Florencia Lolita, Esther, dan Aprilita S.

‎Sementara tiga penumpang adalah Deden, Ferry, dan Yoga.

Panglima Komando Daerah Militer XIV Hasanuddin, Mayor Jenderal TNI Bangun Narwoko, membeberkan dua skenario evakuasi korban jatuhnya pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang jatuh di pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

‎Bangun mengatakan jika cuaca memungkinkan, korban akan langsung dibawa menggunakan helikopter. 

‎Namun jika cuaca tidak memungkinkan, maka korban akan dibawa dulu ke pos yang disiapkan di Desa Tompobulu, Kabupaten Pangkep, lalu diberangkatkan ke Kota Makassar. 

‎"Kalau cuaca memungkinkan, kita akan evakuasi menggunakan heli, kalau tidak, kita akan bawa korban ke pos di Desa Tompobulu," ucapnya dalam konfrensi pers di Bandara Sultan Hasanuddin, Minggu (18/1/2026).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.