Ibu Florencia Wibisono di Minahasa Sebut Anaknya 14 Tahun Jadi Pramugari
January 18, 2026 08:32 PM

 

TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Florencia Lolita Wibisono menjadi salah satu korban kecelakaan pesawat ATR PK THT 42-500 di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan.

Ibu Florencia Wibisono, Neltje Maramis, bertolak ke Maros, Minggu (18/1/2026) sore.
Ia berangkat bersama sang suami.

Di sisi lain ayah Florencia dan kakaknya, Anastasya, juga berangkat dari Jakarta.

Di sana mereka akan menjalani serangkaian tes dan menanti Florencia ditemukan.

Saat di Bandara Sam Ratulangi Manado, Neltje tak banyak bicara.

Ia mengenakan masker namun tetap tampak menahan tangis karena tubuh dan wajahnya bergetar.

Meski begitu, ia menyebut bahwa setibanya di Bandara Hasanuddin ia diminta langsung ke rumah sakit.

BANDARA - Keluarga Florencia Wibisono di Bandara Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara, Minggu (18/1/2026). Sang ibu ke Makassar untuk menjalani serangkaian tes.
BANDARA - Keluarga Florencia Wibisono di Bandara Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara, Minggu (18/1/2026). Sang ibu ke Makassar untuk menjalani serangkaian tes. (Tribun Manado/Isvara Savitri)

"Nanti di sana katanya sudah ada yang menjemput,” ujarnya singkat.

Di tengah situasi yang masih belum pasti, Neltje mengaku keluarga hanya bisa terus berdoa dan berharap kabar terbaik mengenai anaknya.

“Kami hanya bisa berdoa yang terbaik,” katanya.

Neltje menyebut selama ini putrinya tinggal di Jakarta. 

Ia sudah bekerja sebagai pramugari selama kurang lebih 14 tahun.

"Empat belas tahun di Lion Air Group, lalu di pesawat ATR itu baru dua bulan," tambah Neltje.

Dalam pekerjaannya, ia menangani penerbangan menggunakan pesawat carter ATR maupun jet pribadi, sesuai kebutuhan operasional.

Baca juga: Chord Gitar Lagu Ropang Roda Panguripan - Denny Caknan feat Ndx Aka - Kunci Gitar C

Baca juga: Harga Terkini 3 Jenis Emas di Galeri24 Minggu 18 Januari 2026 Malam

Florencia terakhir kali pulang ke Minahasa pada tahun lalu, tepat saat perayaan ulang tahun. 

Meski kepulangannya tidak menentu, komunikasi dengan keluarga tetap terjalin.

Biasanya, Florencia video call dengan Neltje dan keluarga besar di Minahasa.

"Dia waktu masih di Lion Air itu sering penerbangan ke Manado. Kalau ke Manado pasti sempatkan bertemu," sambung tante Florencia, Suly Mandang.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.