Keluarga di Minahasa Ceritakan Saat Terima Kabar Florencia Wibisono Jadi Korban Kecelakaan Pesawat
January 18, 2026 08:32 PM

 

TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Mayoritas korban kecelakaan pesawat yang dilaporkan jatuh di Pegunungan Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan, masih belum ditemukan.

Salah satunya adalah Florencia Lolita Wibisono.

Ia merupakan salah satu kru pesawat ATR PK THT 42-500 yang jatuh pada Sabtu (17/11/2026).

Perempuan yang akrab disapa Ollen ini berdarah Minahasa, Sulawesi Utara.

Sang ibu, Neltje Maramis, baru berangkat dari Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado pada Minggu (18/1/2026) sore.

Saat di Bandara Sam Ratulangi Manado, Neltje ditemani adik dan iparnya.

Ia tampak lemas dan terus menahan tangis.

PENGALAMAN - Potret Keluarga Florencia Lolita Wibisono, salah satu pramugari pesawat ATR 42-500 di Tondano, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Minggu (18/1/2026). Ramos, salah satu anggota keluarga ungkapkan, Sebelum bergabung dengan Air Indonesia Transport, Florencia tercatat menghabiskan sebagian besar kariernya sebagai pramugari di maskapai Lion Air.
PENGALAMAN - Potret Keluarga Florencia Lolita Wibisono, salah satu pramugari pesawat ATR 42-500 di Tondano, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Minggu (18/1/2026). Ramos, salah satu anggota keluarga ungkapkan, Sebelum bergabung dengan Air Indonesia Transport, Florencia tercatat menghabiskan sebagian besar kariernya sebagai pramugari di maskapai Lion Air. (Tribun Manado/Petrick Imanuel Sasauw)

Tante Florencia, Suly Mandang, mengatakan bahwa pihak keluarga pertama kali menerima informasi mengenai hilang kontak pesawat tersebut Sabtu siang.

Kabar itu diterima melalui Anastasya yang berada di Jakarta.

Setelah menerima kabar tersebut, pihak keluarga memilih menunggu perkembangan informasi lebih lanjut. 

"Awalnya kami belum percaya. Tapi waktu daftar manifest keluar dan ada namanya, ya sudah," ujar Suly.

Usai melihat nama Florencia di daftar manifest, Neltje sempat histeris.

Namun keluarga terus menguatkan bahwa masih ada harapan selama Florencia belum ditemukan.

Setelah itu, Neltje diminta pihak maskapai untuk tes DNA di Makassar.

Baca juga: Kondisi Pasien Keracunan di RSU GMIM Pancaran Kasih Manado Mulai Membaik

Baca juga: Kronologi Kebakaran di Papakelan Tondano Minahasa, 2 Rumah Warga Terdampak

Ia pun berangkat dari Manado bersama sang suami, Farry Gerungan.

Di saat yang bersamaan, ayah Florencia dan kakaknya, Anastasya, berangkat dari Jakarta.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.