Warga Temukan Jenazah Utuh Diduga Korban Pesawat ATR 42-500, Ada HP tapi Sudah Hancur
January 18, 2026 07:22 PM

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Seorang warga Desa Tompobulu , Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Arman (38) menemukan satu mayat diduga korban pesawat jatuh ATR 42-500.

Korban kata Arman, ditemukan di dalam jurang lereng Gunung Bulusaraung.

"Posisinya tengkurap, laki-laki, masih utuh tapi pakaiannya sudah tidak ada saya lihat," kata Arman sambil menunjukkan foto korban di Posko AJU Desa Tompobulu, Minggu (18/1/2026).

Posko Desa Tompo Bulu ini, berlokasi di kaki gunung Bulusaraung sekitar 73,3 kilometer poros Pangkep-Barru.

"Dalam jurangnya, mungkin ada sekitar 200 meter," lanjutnya mengenakan jaket merah hitam.

Selain itu, kata dia,  juga ditemukan beberapa dokumen diduga milik korban tak jauh dari posisi mayat ditemukan.

"Ada KTP, pasport, ATM ada sekitar tiga. Ada hape juga tapi sudah hancur," sebutnya 

Arman mengaku, menjangkau lokasi setelah bersama dua warga lainnya turut membantu pencarian tim SAR.

"Saya naik tiga orang, sekitar jam 7 pagi saya berangkat. Dan tadi jam 2 saya temukan itu mayat," ucapnya.

Baca juga: Korban Laki-laki Pesawat ATR Ditemukan di Jurang 200 Meter Bulusaraung

Setelah menemukan posisi matat , Arman pun menginformasikan temuannya itu ke tim SAR.

Sementara itu, Kasi Ops Basarnas Makassar Andi Sultan yang ditemui di posko yang sama, mengatakan proses evakuasi jenazah belum dapat dilakukan ini hari.

Selain medan yang curam, kondisi lokasi juga dilanda hujan deras dan kabut lebat.

"Rencana besok pagi baru kita evakuasi. Sekitar jam 7 pagi lah,' kata Andi Sultan.

Posisi jenazah korban lanjut dia, sudah dijaga oleh tujuh personel SAR gabungan.

"Ada tujuh anggota SAR di sana. Posisi korban itu sekitar kedalaman 200 meter dalam jurang," katanya.

1 Korban Dievakuasi

Satu korban hilangnya pesawat ATR 42-500 ditemukan Tim SAR gabungan di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026).

Kabar penemuan korban itu dikonfirmasi Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko di posko Basarnas, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep.

Mayjen TNI Bangun Nawoko mengatakan, selain berhasil mengevakuasi beberapa puing pesawat, Tim SAR juga menemukan satu korban di lereng gunung.

"Melalui komunikasi radio bahwa sudah ditemukan satu korban. Sekarang kita sedang berupaya mengevakuasi ke posko AJU Tompobulu," ujarnya.

KANTONG JENAZAH - Kantong Jenazah pertama tiba di posko. Kantong jenazah berisikan puing-puing pesawat.
KANTONG JENAZAH - Kantong Jenazah pertama tiba di posko. Kantong jenazah berisikan puing-puing pesawat. (TRIBUN TIMUR/Fahrizal)

Mantan Pangdivif 3 Kostrad ini mengatakan, mengaku belum bisa memastikan kondisi langsung korban.

"Secara keseluruhan kami belum bisa menyampaikan di sini, yang jelas butuh effort yang cukup kerasa karena memang kondisinya luar biasa," terangnya.

Kondisi medan dan cuaca yang berkabut di lokasi ditemukannya korban, lanjut Bangun, juga menyulitkan tim SAR melakukan evakuasi.

Tetapi, kata Bangun, Medan itu tak sesulit saat perjalan ke posko AJU Tompobulu.

"Korban ditemukan di sebelah Utara dari puncak dari lokasi serpihan. Ini lokasinya di jurang," bebernya.

Upadate Pencarian

Inilah update pencarian puing/serpihan dan korban jatuhnya pesawat Indonesia Air Transport jenis ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT rute Bandara Adisoetjipto Yogyakarta ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Maros, Sulsel.

Data ini diperbarui pada hari kedua pencarian, Ahad atau Minggu, 18 Januari 2026.

Kecelakaan terjadi, Sabtu, 17 Januari 2026.

Pesawat hilang kontak pada pukul 13.17 Wita.

Selengkapnya berikut rangkuman update hasil pencarian sebagaimana dikutip dari Media Center, di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin:

Pukul 07.46 WITA

Tim menemukan serpihan kecil berupa bagian jendela pesawat.

Koordinat: 04°55’48’’ S – 119°44’52’’ E.

Pukul 07.49 WITA

Ditemukan bagian badan pesawat berukuran besar.

Pukul 07.52 WITA

Informasi menyebutkan jalur menuju puncak sudah terbuka.

Pukul 07.52 WITA

Ditemukan badan pesawat di sisi selatan, tepatnya di bagian bawah lereng (exdor).

Pukul 07.57 WITA

SRU 3 bergerak menuju Pos 2.

Pukul 08.02 WITA

SRU Aju menemukan serpihan besar A1. Temuan tersebut terpantau oleh Capcal 13.

Pukul 08.11 WITA

Tim Aju mengonfirmasi kebutuhan peralatan mountaineering atau climbing untuk menjangkau lokasi.

Pukul 08.22 WITA

Sebanyak enam personel Pasgat melakukan air landed di puncak guna menjangkau serpihan yang telah ditemukan.
Koordinat: 04°55’45,24’’ S – 119°44’52,91’’ E.

Pukul 08.35 WITA

Tim telah berada di lokasi exdor dan badan pesawat.

Pukul 09.16 WITA

Pembaruan kekuatan personel di puncak:

• Pasgat: 5 orang

• Basarnas: 9 orang

• Relawan Buser: 2 orang

• TRC Tonasa: 2 orang

• Kehutanan: 2 orang

Pukul 09.22 WITA

SRU 1 melaporkan membutuhkan carabiner dan tambahan tali.

Pukul 10.02 WITA

SRU Aju meminta tambahan tali untuk keperluan dropping menuju puncak.

Pukul 10.10 WITA

Kondisi cuaca di puncak diguyur hujan, tertutup kabut, dengan jarak pandang terbatas sekitar 5–10 meter. Informasi diterima dari Tim Aju.

Pukul 10.23 WITA

Tim Aju melaporkan temuan serpihan serta sejumlah pakaian di sisi utara. Pada titik koordinat tersebut terdapat potongan pesawat berukuran lebih besar.

Pukul 10.34 WITA

Tim puncak menginformasikan bahwa hasil pengamatan dan triangulasi masih sangat terbatas. Kemungkinan pecahan atau serpihan tersebar di sisi utara, sementara bagian yang lebih besar berada di sisi selatan dan mengarah ke timur.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.