Dugaan Keracunan Massal di Gereja Mawar Sharon Manado, Polisi: Banyak yang Konsumsi Tuna Rendang
January 18, 2026 06:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sebanyak 94 jemaat Gereja Mawar Sharon (GMS) Manado diduga alami keracunan massal setelah mengikuti acara gereja.

Kronologi Kejadian Peristiwa itu terjadi saat Prayer Conference di gereja tersebut pada Jumat (16/1/2026).

Tak lama setelah acara berlangsung, sejumlah peserta mulai mengeluhkan gejala mual dan pusing.

Walhasil para korban pun harus segera dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.

Berdasarkan data yang dihimpun, jemaat yang keracunan dirawat di sejumlah rumah sakit di Manado.

Meski demikian, tingkat keparahan gejala yang dialami jemaat ada beragam.

Ada pula yang alami rawat jalan karena gejalanya tak terlalu parah.

Pihak kepolisian dari Polresta Manado bergerak cepat melakukan investigasi untuk mencari penyebab pasti dari kasus ini.

Berdasarkan keterangan pihak Polresta Manado yang mengusut masalah ini, umumnya jemaat keracunan setelah mengkonsumsi menu makanan Tuna Bumbu Rendang.

Informasi visual mengenai hidangan tersebut juga mulai terungkap.

Tribun manado beroleh foto menu pembawa celaka itu.

Dalam dokumentasi yang beredar, nampak menu dalam tatakan plastik.

Secara visual, hidangan tersebut disajikan dalam wadah bersekat.

Ada nasi putih pada bagian tatakan yang besar.

Sementara itu, lauk utama diletakkan di bagian lain.

Kemudian dibawahnya menu ikan Tuna yang nampak berwarna coklat dan hitam.

Sebagai pelengkap, tampak pula menu kacang panjang serta tempe.

Saat ini, pihak berwenang masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan tersebut untuk memastikan kandungan yang menyebabkan puluhan jemaat jatuh sakit.

Polresta Manado Masih Selidiki

Penyidik Polresta Manado masih menyelidiki kasus keracunan makanan di Gereja Mawar Sharon (GMS). 

Sebanyak 94 anggota jemaat gereja tersebut diduga menjadi korban keracunan. 

Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Elwin Kristanto menuturkan, pihaknya sudah memeriksa 9 saksi. 

Termasuk diantaranya ketua jemaat. 

"Sudah kami periksa," katanya kepada Tribunmanado.com,  Sabtu (17/1/2026). 

Ia menuturkan, dari penyelidikan sementara, keracunan diduga terjadi dalam sebuah kegiatan yang terjadi pada Jumat (17/1/2026). 

Makanan, sebut dia, dibawa oleh jemaat. 

"Itu swadaya jemaat," katanya. 

Ungkap dia, pihaknya sudah melakukan olah TKP dan menyerahkan sampel guna diadakan pemeriksaan lebih lanjut. 

Catatan Tribun manado, kasus keracunan ini adalah yang kedua kalinya menyita perhatian nasional dalam beberapa bulan terakhir. 

Kasus pertama terjadi pada September 2025 saat puluhan mahasiswa UKIT Tomohon keracunan saat menyantap makanan di asrama. 

Sebanyak 94 orang anggota jemaat Gereja Mawar Sharon (GMS) Manado diduga menjadi korban keracunan makanan pada Jumat 16 Januari 2026.

Puluhan korban menjalani perawatan di beberapa rumah sakit di Manado. Di antaranya RSUP Prof RD Kandou; RS Siloam Sam Ratulangi dan RS GMIM Pancaran Kasih. 

Para korban ini merupakan peserta Prayer Conference yang berlangsung sehari, Jumat 16 Januari. 

Acara berlangsung sejak pukul 10.00 Wita dan agendanya hingga sore jelang petang. 

AV (19), perempuan, salah satu korban yang tengah dirawat di Paviliun Ester RS Pancaran Kasih mengungkapkan, ia dan jemaat lainnya mengalami gejala yang sama. 

"Semuanya sakit kepala, pusing dan muntah-muntah," kata AV yang masih tampak lemah di atas tempat tidur. 

Kepada Tribunmanado.co.id, warga Kecamatan Tuminting ini mengungkapkan, sebelum kejadian mereka menikmati makan siang yang disiapkan panitia. 

Suguhan makan siang itu berupa 'lunch box.' Kemasannya tanpa merek. Hanya berupa kotak plastik sekali pakai yang tutupnya transparan.

Menunya nasi lauk daging sapi garo rica dan sayur acar. 

"Menu lain berupa nasi ikan tuna dengan sayur kacang panjang tahu tempe," ujar AV yang masih diinfus. 

Katanya, ia makan siang memang sudah agak telat. Hampir jam dua siang. Semua peserta masih sempat ikut satu sesi materi. 

"Pada saat sesi setelah makan siang itu mulai terasa tidak enak. Saya sekitar satu jam sudah muntah, pusing," katanya. 

Ada juga jemaat lainnya baru merasakan gejala agak lebih lama dari AV. "Ada yang sudah di jalan pulang. Tapi sebagian besar masih di gereja," katanya. 

Dikutip dari beberapa sumber, Prayer Conference GMS merupakan konferensi doa untuk memperdalam kehidupan doa, memperbarui urapan rohani, menyelaraskan visi pelayanan dan mempersiapkan jemaat serta pemimpin untuk pergerakan Tuhan.

Peserta konferensi ini adalah jemaat, pekerja di GMS yang terdiri dari remaja, pemuda hingga orang dewasa dan lansia. 

Gedung GMS Manado berada di Kawasan Bahu Mal, Jalan RW Mongisidi Manado. Tidak jauh dari gedung tertinggi di Manado, Apartemen dan Hotel BW Lagoon. (Art)

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.