Rangkaian Penampakan Harimau Setahun Terakhir di Riau, Dari Jejak Hingga Makan Korban
January 18, 2026 06:29 PM

 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Baru-baru ini heboh sebuah video di media sosial yang menampilkan kemunculan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

‎Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Supartono menyampaikan bahwa berdasarkan identifikasi dari sumber potongan video yang beredar, diketahui benar bahwa satwa tesebut Harimau Sumatera berjenis kelamin Jantan dengan ‎estimasi usia dewasa.

"Lokasi munculnya Harimau Sumatera berada di akses jalan PT Bumi Siak Pusako yang merupakan areal terbatas bagi aktivitas masyarakat dan berada di dalam Kawasan ‎konservasi Taman Nasional Zamrud, Kabupaten Siak," ujar Supartono, Jumat (16/1/2026).

Baca juga: Diduga Harimau yang Sama, Dua Perjumpaan Manusia dengan Harimau Sumatera Terjadi di Siak

Baca juga: Kronologi Kemunculan Seekor Harimau Sumatera di Jalan Perusahaan di Siak


‎Dijelaskannya, kawasan konservasi Taman Nasional Zamrud merupakan salah satu habitat atau wilayah jelajah, home range Harimau Sumatera yang masuk ke dalam kantong habitat Semenanjung Kampar.

Video harimau tersebut menambah panjang cerita penampakan satwa terancam punah tersebut di Bumi Lancang Kuning.

Diketahui, sedikitnya ada empat kantong habitat harimau Sumatera di Provinsi Riau.

Yaitu di Taman Nasional Zamrud Kabupaten Siak, Taman Nasional Bukit Tigapuluh Kabupaten Indragiri Hulu, Suaka Margasatwa Kerumutan Kabupaten Pelalawan dan Hutan Lindung Bukit Batabuh Kuantan Singingi.

Sementara itu, perambahan, alih fungsi hutan, kebakaran lahan gambut, interaksi negatif dengan manusia hingga perdagangan masih menjadi ancaman nyata bagi populasi harimau Sumatera di Riau.

Dari Jejak Hingga Makan Korban

Berikut rangkaian penampakan maupun interaksi negatif harimau Sumatera dengan manusia dalam kurun satu tahun terakhir:

- 14 Januari 2026, harimau Sumatera terekam video pekerja PT Bumi Siak Pusako (BSP) saat berjalan di di kawasan Taman Nasional Zamrud (TNZ), Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak.

- 8 Januari 2026, Pemancing melihat Harimau di Desa Teluk Masjid Kabupaten Siak. Dari hasil penelusuran, petugas menemukan jejak Harimau Sumatera berukuran sekitar 12 sentimeter di area perkebunan sawit, yang mengarah ke kawasan hutan produksi.

- 10 Desember 2025, seekor sapi milik warga mati dimangsa harimau di Dusun Batang Sepetai, Kampung Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak.

- 21 November 2025, sebuah video 45 detik memperlihatkan seekor harimau di bawah batang sawit yang berada dekat dengan pipa minyak PT Bumi Siak Pusako (BSP),di Km 7 Jalan Lintas Siak-Dayun, tepatnya di Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura.

- 20 Oktober 2025, seorang warga diterkam dua ekor harimau di Sungai Balam Dusun Nunusan Desa Rantau langsat, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri HUku (Inhu) yang merupakan Kawasan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh. Korban mengalami luka pada pergelangan kaki kiri dan lutut bagian kanan, harimau sumatera dewasa menyerang korban di pergelangan kaki kiri dan anak Harimau Sumatera menyerang lutut kanan korban.

- 7 Oktober 2025, Kawasan kerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Kecamatan Minas, Kabupaten Siak dihebohkan dengan dugaan jejak satwa liar harimau Sumatera.

- 28 September 2025, warga melihat 3 ekor harimau sumatera, diduga ukuran dewasa 1 ekor dan ukuran anak 2 ekor di kawasan kebun sawit kebun sawit mitra PT Flora Wahana Tirta yang berada di Desa Penghidupan, Kampar. Jarak dari perkebunan sawit ke kawasan terdekat Suaka Margasatwa (SM) Bukit Rimbang Bukit Baling sekitar 45 kilometer.

- 11 Agustus 2025, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau berhasil menangkap seekor harimau sumatera di Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan. Harimau tersebut masuk ke dalam boxtrap atau kandang jebak tidak jauh dari lokasi serangan yang dialami seorang pekerja Hutan Tanaman Industri (HTI) akasia pada 1 Agustus lalu.

- 1 Agustus 2025, Seorang pekerja bernama Abdul Susanto (40) diserang harimau saat sedang bekerja di Distrik Merawang PT Arara Abadi, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan. Akibatnya, korban mengalami luka robek di kepala, pelipis, dan leher, serta patah pada lengan atas.

- 30 Juni 2025, seekor sapi mati dimangsa harimau sumatera di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan. Terdapat bekas gigitan dan cakaran pada tubuh sapi berwarna cokelat tersebut. Sebagian dagingnya telah dimakan oleh harimau.

- 24 Juni 2025, Pekerja Hutan Tanaman Industri (HTI) tewas diterkam harimau sumatera di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan. Korban bernama Hadito alias Kuang (23) asal Sambas Kalimantan Barat, ia diserang harimau saat buang hajat di kamar mandi dekat camp pekerja di petak MRWA088601 Distrik Merawang, Teluk Meranti sekitar pukul 19.30 WIB.

- 26 April 2025, Video harimau di kawasan Industri Dumai Pelintung, Kelurahaan Pelintung, Kecamatan ‎Medang Kampai, Dumai membuat heboh. Terlihat dalam video sekor harimau berlari setelah melihat sinar lampu dari mobil yang diduga mobil patroli security kawasan industri Pelintung.

- 13 Maret 2025, Seorang pekerja Hutan Tanaman Industri (HTI) di Kabupaten Pelalawan tewas diterkam Harimau Sumatera. dikabarkan dua ekor harimau yang menyerang korban yang bernama Yafao Zebua (50) tersebut, ia bekerja sebagai perawat tanaman HTI akasia. Pria itu diserang harimau Sumatera di areal hutan dekat dengan konsesi perusahaan HTI di TPK 16 Estate Pelalawan, Kecamatan Pelalawan, Pelalawan. Dua hari setelah kejadian, beredar kabar satu ekor harimau berhasil ditangkap dan masuk ke kandang.

- 24 Januari 2025, Harimau menyerang seorang pekerja dari belakang sekira pukul 18.30 WIB di kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak. Korban bernama Rudianto (45), bekerja sebagai operator WR di PT RAPP, korban mengalami luka gores pada tengkuk atau kepala bagian belakang.

- 13 Januari 2025, harimau masuk ke area camp lapangan yang terletak dalam wilayah Perizinan Berusaha Pengusahaan Hutan (PBPH), Kabupaten Pelalawan. Peristiwa bermula ketika seorang pekerja yang berada di dalam camp hendak keluar namun lupa menutup pintu pagar camp yang telah dikelilingi dengan pagar terpal berwarna hitam. Akibat kelalaian tersebut, harimau sumatera berhasil masuk ke area camp dan mengejar anjing serta ternak ayam piaraan yang ada di dalam. Namun, setelah kehadirannya diketahui oleh penghuni camp, harimau tersebut berupaya keluar melalui pintu yang sama.

( Tribunpekanbaru.com/Theo Rizky)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.