TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kejadian unik terjadi di salah satu kantor polisi di wilayah Seririt, Singaraja karena permintaan dari seorang ibu yang ngidam.
Bukan soal laporan kejahatan maupun pencurian, pasangan suami istri ini malah meminta polisi untuk ikut naik ke dalam mobil.
Ternyata terungkap bahwa sang istri sedang mengidam untuk bisa naik kendaran polisi.
Sang suami, Putu Gede Budiasa menjelaskan bahwa istrinya yang tengah hamil menjelaskan bahwa dirinya ingin naik mobil polisi.
Baca juga: 1 JENAZAH Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Maros, Ledakan Didengar Pendaki, Ini 7 Kru & 3 Penumpang!
Sore itu sekitar pukul 18.00 wita, ia datang bersama sang istri Ketut Sri Lesmawati yang tengah hamil dengan usia kandungan 2,5 bulan ke Mapolsek Seririt.
Kepada petugas, Gede Budiasa mengutarakan keinginan istrinya yang tengah hamil anak ketiga, ingin merasakan naik mobil polisi.
Tanpa ragu, anggota kepolisian langsung merespons permintaan tersebut. Keduanya diajak berkeliling menggunakan mobil dinas patroli.
Baca juga: 7 Fakta Wanita ODGJ Melahirkan di Pesisir Pantai di Bali, Status Belum Menikah, Sang Ayah Misterius
Baca juga: BAN Tiba-tiba Meledak! Truk Mitsubishi Terguling di Sunset Road Kuta, 2 Orang Dilarikan ke RS Siloam
Suasana pun berubah menjadi hangat dan penuh tawa, terutama saat Ketut Sri Lesmawati merasakan pengalaman yang selama ini hanya ia impikan.
Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz mengungkapkan, kebahagiaan sederhana ini menjadi bukti nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat dan pelayan masyarakat.
"Anggota kami berupaya hadir dengan hati. Ketika masyarakat datang dengan niat baik dan permintaan sederhana yang membawa kebahagiaan, tentu patut untuk kita wujudkan,"
"Ini sejalan dengan komitmen Polri untuk terus membangun kedekatan emosional dengan masyarakat," ucap Minggu (18/1/2026).
Menurutnya, kegiatan seperti ini diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Polri tidak hanya hadir saat terjadi permasalahan hukum, tetapi juga dalam momen-momen kecil yang bermakna bagi masyarakat.
"Kami ingin masyarakat merasakan bahwa polisi adalah bagian dari mereka,"
"Berbagi kebahagiaan juga merupakan bentuk pelayanan," tambahnya. (*)