Tim DVI Polri Datangi Rumah Deden Maulana, Penumpang Pesawat ATR yang Hilang Kontak di Maros
January 18, 2026 08:18 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim Biddokes Disaster Victim Identification (DVI) Polri menyambangi langsung kediaman Deden Maulana, seorang pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan RI (KP) yang menjadi salah satu korban dari insiden jatuhnya pesawat ATR 42-500 di pegunungan Bulusaraung, Maros, Sulawesi Selatan.

Berdasarkan pantauan Tribunnews.com di lokasi, tim DVI yang terdiri dari tiga orang anggota itu tiba sekitar pukul 16.11 WIB.

Terlihat, Tim DVI Polri langsung menuju ke rumah Ketua RW 010, di Jalan Mesir II, Kelurahan Pasar Minggu, Kecamatan Pasar Minggu Jakarta Selatan, yang lokasinya berdekatan dengan kediaman Deden.

Setelah tim DVI tiba, terlihat ada beberapa keluarga inti dari Deden yakni sang ibunda dan satu saudara kandungnya ikut masuk ke dalam rumah tersebut.

Berdasarkan informasi yang beredar, tim DVI Polri melakukan jemput bola untuk mengambil sampel pembanding (Ante Mortem) untuk keperluan identifikasi korban pesawat jatuh tersebut.

Setelah melakukan pemeriksaan selama kurang lebih 20 menit atau tepat pada pukul 16.31 WIB, tim DVI Polri keluar dari rumah Ketua RW 010 tersebut dengan satu box kecil berwarna biru dan amplop cokelat.

Terpantau, kediaman Deden Maulana masih terus didatangi oleh pihak keluarga, tetangga, hingga kerabat kerja.

Terlihat, mereka lalu lalang masuk dan keluar kediaman Deden seraya memberikan doa dan penguatan untuk istri dan anak Deden.

Masih Tunggu Kabar Pasti

Mukhsin, ayah kandung dari Deden Maulana hingga Minggu (18/1/2026) sore masih menampakkan raut wajah kesedihan.

Kedua matanya selalu berkaca-kaca, dan bibirnya tak berhenti untuk memanjatkan doa.

Mukhsin mengaku belum mendapatkan kabar apapun dari tim SAR dan tim gabungan soal keberadaan sang anak kesayangan.

"Katanya yang baru ditemukan pesawat nya," kata Mukhsin dengan tatapan penuh harap.

Tak ada harapan lain dari Mukhsin selain adanya mukjizat dari Allah untuk tubuh Deden Maulana.

Dia berharap, sang anak bisa segera ditemukan.

"Ya mudah-mudahan ada keajaiban dari Allah, bisa segera ditemukan," ucap lirih Mukhsin.

Salah satu bentuk pengharapan pihaknya kata Mukhsin, keluarga hingga kini belum memasang bendera kuning tanda adanya kematian di sekitaran rumah duka Deden.

Berdasarkan pantauan Tribunnewscom di lokasi, hingga Minggu (18/1/2026) pukul 17.21 WIB memang tidak terlihat satupun bendera kuning terpasang dengan nama Deden Maulana bin Mukhsin di sepanjang jalan menuju kediaman Deden.

Terlihat, hanya ada tenda terpal berukuran 5x5 berwarna hijau yang terpasang di depan rumah Deden.

Puluhan bangku plastik juga sudah mulai dipasang guna memberikan fasilitas duduk untuk para tetangga dan kerabat Deden yang ingin memberikan doa.

Kata Mukhsin, belum dipasangnya bendera kuning di siang ini karena pihaknya masih menunggu kepastian soal kabar sang anak dari tim SAR dan tim gabungan yang sedang melakukan pencarian di lokasi jatuhnya pesawat ATR yang ditumpangi Deden.

Baca juga: Tangis Mukhsin Pecah saat Ceritakan Kebiasaan Deden Korban Kecelakaan Pesawat di Maros

"Iyah itu (belum dipasang bendera kuningnya), makanya warga di sini belum berani pasang karena belum ada kepastian yang pastinya gimana," tandas dia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.