Sang Ayah Berharap Mukijzat, Sempat Kirim WA Sabtu Siang ke Putrinya Esther Pramugari Pesawat Jatuh
January 18, 2026 08:22 PM

 

BANGKAPOS.COM – Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 dari Indonesian Air Transport di Gunung Bulusaraung, Perbatasan Kabupaten Pangkep-Maros, Sulawesi Selatan pada Sabtu (17/1/2026) menjadi duka mendalam keluarga penumpang dan kru pesawat tersebut.

Termasuk Esther Aprilita Sianipar masuk dalam daftar korban kru Pesawat ATR 42-500 dari Indonesian Air Transport.

Esther Aprilita Sianipar merupakan Pramugari Pesawat ATR 42-500 dari Indonesian Air Transport.

Esther Aprilita tercatat sebagai warga Provinsi Jawa Barat.

Baca juga: Detik-detik Cucu Konglomerat Henry Pribadi Terlilit Tali Pembatas saat Meluncur di Lereng Ski Jepang

Ia diketahui tinggal di Bukit Rancamaya, Bojong Koneng, Kabupaten Bogor.

Pihak keluarga Esther Aprilita Sianipar pun langsung memberikan komentar terkait peristiwa yang menimpa Esther.

Melansir dari Tribunnews.com, Minggu (18/1/2025) Ayah Esther Aprilita Sianipar, Adi Sianipar, mengungkapkan komunikasi terakhir yang ia lakukan dengan sang putri tercinta.

PESAWAT HILANG KONTAK
Pesawat hilang kontak. (Tribun-timur.com/INDONESIA-AIR.COM)

Adi menyebut, dirinya sempat mengirim pesan lewat aplikasi percakapan WhatsApp kepada Esther pada Sabtu (17/1/2026) siang kemarin, sekitar pukul 12.00.

Akan tetapi, pesan tersebut tidak berbalas.

"Terakhir berkomunikasi, kemarin saya jam 12 WA (WhatsApp) dia, karena saya lagi di Jakarta, dia kan kos di Jakarta, jadi saya mau jemput dia kalau mau pulang," kata Adi.

"Ternyata, jam 12 itu nggak ada balasan dari dia. HP-nya sudah nggak aktif," lanjutnya.
 
Kemudian, Adi mengaku, dirinya mendapat kabar mengenai insiden hilang kontak pesawat jenis ATR 42-500 ini dari pihak perusahaan IAT, perusahaan jasa penerbangan charter yang telah beroperasi sejak 1968. 

Diketahui, maskapai ini melayani penerbangan fixed-wing dan helikopter, khususnya untuk kebutuhan industri minyak dan gas, pertambangan, korporasi, serta penerbangan VIP.

"Saya dihubungi kantor IAT (terkait kabar pesawat ATR 42-500) tempat dia (Esther) bertugas.

Melalui telepon, tapi karena saya ada di jalan, nggak saya angkat. Dia (lalu) WA gitu, bahwasanya pesawat yang ditumpangi Esther dari Jogja ke Makassar lost contact," tutur Adi.

Adi mengatakan, pihak keluarga terus berharap ada mukjizat, sehingga para kru dan penumpang pesawat tersebut ditemukan dengan selamat.

"Kami berharap masih ada mukjizat karena sampai jam sekarang (Minggu (18/1/2026) pagi) kan belum ditemukan, kami berharap mereka semua ditemukan dalam keadaan selamat," jelas Adi.

Adi juga mengungkap, putrinya tidak bertugas terbang pada pertengahan hingga akhir Desember 2025, lantaran pesawat sedang dipasangi kamera.

Menurutnya, Esther baru aktif terbang lagi memasuki Januari 2026.

Akan tetapi, Adi mengaku, tidak tahu-menahu kenapa Esther ikut bertugas dalam penerbangan rute Yogyakarta-Makassar, sebab putrinya itu biasanya bertugas di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

"Dari pertengahan Desember dia kan ga terbang, sampai akhir Desember, karena pesawatnya itu lagi dipasang kamera katanya," papar Adi.

"Pasang kamera di bawah pesawat gitu, CCTV. Jadi, mereka sementara nggak terbang."

"Masuk Januari, mereka sudah aktif lagi."

"Saya nggak tahu ya (tentang rute-rute pesawat ATR 42-500), tapi karena dia standby-nya di Halim, saya nggak tahu juga kenapa dari Jogja ke Makassar gitu."ujarnya.

Pesawat ATR 42-500 Disewa KKP

Sebagai informasi, Pesawat ATR 42-500 yang disewa oleh Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, berangkat dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Sekitar pukul 13.17 WITA, pesawat hilang kontak tepat di kawasan pegunungan Leang-Leang, Maros.

Data dari Flightradar24 menunjukkan pesawat lepas landas pukul 08.08 WIB, sementara FlightAware mencatat terakhir terpantau pukul 12.22 WITA.

Basarnas Makassar mengerahkan 40 personel, drone, serta dukungan TNI–Polri untuk menyisir lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya pesawat.

Manifest penerbangan mencatat total 11 orang berada di dalam pesawat, terdiri atas 8 kru dan 3 penumpang.

Baca juga: Istri Lima Tersangka Masuk Bidikan Kejari, Bongkar Kasus Mafia Tanah Rp45,9 Miliar di Lepar Pongok

Selain Andy, kru lainnya adalah Yudha Mahardika (FO), Sukardi, Hariadi, Franky D. Tanamal, Junaidi, serta dua awak kabin Florencia Lolita dan Esther Aprilita S.

Tiga penumpang yang ikut dalam penerbangan adalah Deden, Ferry, dan Yoga, yang merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Staf Khusus Menteri KP, Doni Ismanto, membenarkan bahwa mereka tengah menjalankan misi pengawasan sumber daya kelautan.

Detik-detik Pesawat Jatuh

Pada Sabtu (17/1/2026), pesawat ATR 42-500 yang disewa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dilaporkan jatuh di kawasan Pegunungan Sulawesi Selatan (Sulsel).

Menunjukkan berada di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, posisi terakhir pesawat dari data AirNav Indonesia.

Berada di kawasan pegunungan karst Gunung Bulusaraung, kawasan hilangnya pesawat yang dipiloti kapten senior, Andy Dahananto (53) tahun ini .

Dua pendaki yang saat itu berada di puncak gunung menjadi saksi mata insiden yang diperkirakan terjadi pukul 13.00 WITA.

Reski (20), salah satu pendaki menyaksikan ada pesawat yang terbang rendang sebelum akhirnya menghantam lereng gunung dan mengalami ledakan.

"Meledak dan ada api. Saya dapat serpihan yang berhamburan," ujar Reski, dikutip dari Tribun-Timur.com.

Ia pun segera mengambil ponselnya untuk merekam kejadian tersebut sebagai bukti awal.

"Cepat sekali (kejadiannya)," tuturnya.

Reski dan rekannya pun langsung memutuskan untuk turun gunung sambil membawa kabar duka

Pesawat Sempat Ada Masalah

Sehari sebelum dilaporkan jatuh, Pesawat ATR 42-500 yang membawa 11 orang itu, mengalami permasalahan di bagian mesin.

Petinggi IAT yang menjabat sebagai Direktur Operasional, Capt Edwin membenarkan hal itu.

20260118 PESAWAT JATUH2
SERPIHAN PESAWAT - Serpihan diduga milik pesawat ATR-42 500 yang hilang kontak ditemukan pendaki di sekitar puncak Gunung Bulusaraung, Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026). Selain diduga serpihan pesawat, ada pula barang lain seperti dokumen dan logo sebuah instansi dengan lambang Garuda.

Pihak IAT mengklaim permasalahan sudah berhasil diperbaiki di hari pertama penemuan.

Akan tetapi, Capt Edwin tidak membeberkan secara gamblang soal masalah mesin tersebut.

Baca juga: Digaji Rp10 Juta per Bulan, Lokasi Persembunyian dan Peran Haji Yul Terseret Korupsi Tambang Ilegal

“Memang ada problem di enginering kami, tapi kami sudah tes."

"Problem kecil, tapi kami sudah perbaiki hari Jumat,” kata Edwin, dikutip dari Tribun-Timur.com.

Daftar Korban

Pesawat yang bertolak dari Yogyakarta ke Makassar tersebut disewa KKP untuk patroli udara di wilayah Pengelolaan Perikanan RI 712 dan mengangkut tujuh kru dan tiga penumpang.

Berikut daftar korbannya:

1.   Capt Andy Dahananto

2.   SIC FO M Farhan Gunawan

3.   FOO Hariadi

4.   EOB Restu Adi P

5.   EOB Dwi Murdiono

6.   Flight attendant Florencia Lolita

7.   Flight attendant Esther Aprilitas

8.   Deden dari KKP

9.   Ferry dari KKP

10.   Yoga dari KKP

(TribunTimur.com/TribunSumsel.com/Tribunnews.com/Bangkapos.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.