Tolak Visum, Keluarga Pemancing yang Ditemukan Meninggal di Lahan Rawa Kurau Tanahlaut Ikhlas
January 18, 2026 08:44 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Publik di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), Minggu (18/1/2026) sore, dikejutkan oleh ditemukannya seorang pemancing yang meninggal di lahan rawa (sawah) di Desa Padangluas, Kecamatan Kurau.

Kapolres Tala AKBP Ricky Boy Siallagan melalui Kapolsek Kurau Iptu Bambang H menerangkan sesuai hasil pemeriksaan awal oleh tim Inafis Polres Tala, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. 

"Keluarga korban juga menolak dilakukan visum maupun otopsi. Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak bersedia dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata Bambang.

Ia menuturkan saat ditemukan sekitar pukul 16.00 Wita, posisi tubuh korban yaitu MY (65) warga Desa Sambangan Kecamatan Batibati,  mengapung di area persawahan tergenang air..

Lokasi tersebut berada di wilayah RT 2 Desa Padangluas. Lahan persawahan setempat saat ini masih agak dalam karena terdampak banjir.

Lebih lanjut Bambang menerangkan penemuan jenazah pertama kali diketahui oleh saksi MN, seorang pemancing yang berada tak jauh dari lokasi. 

Baca juga: Polisi Selidiki Penyebab Kematian Pemancing di Lahan Rawa Kurau Tanahlaut, Kapolsek Ungkap Hal Ini

Lelaki ini mengaku mendapat informasi dari pemancing lain yang melihat ada tubuh manusia mengapung di sawah yang tergenang air. 

Lokasi penemuan berada sekitar 300 meter dari jalan umum, dengan kondisi cuaca cerah saat kejadian.

“Saksi melihat sebuah payung terpasang, namun tidak ada orang di bawahnya. Di dekat payung tersebut terdapat tas ransel, tas selempang, serta alat-alat pancing,” terang Bambang.

Merasa curiga, MN mendekati payung tersebut dan mendapati sesosok laki-laki dalam keadaan tidak bergerak. Ia kemudian memanggil rekan-rekannya dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Kurau.

Saksi lainnya, B, petani asal Desa Sambangan, mengatakan korban diketahui sedang memancing di lokasi tersebut. 

“Korban diketahui adalah pemancing yang berada di sebelah saksi B sebelum kejadian,” jelas Bambang.

Sementara itu, saksi lainnya yaitu MNF mengungkapkan bahwa korban sempat mendatanginya pada hari yang sama untuk mengajak memancing bersama ke Padangluas. Namun beberapa jam kemudian, kabar duka justru ia terima.

“Setelah melihat jenazah, saksi MNF memastikan korban adalah MY,” ungkapnya.

Petugas Polsek Kurau bersama Damkar Kecamatan Kurau, Inafis Polres Tanah Laut, tenaga medis Puskesmas Bentok, serta warga kemudian melakukan evakuasi dan pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP).

Pihak kepolisian telah mendatangi rumah duka, mengumpulkan keterangan saksi, serta melakukan koordinasi lintas instansi sebelum akhirnya menyerahkan jenazah kepada keluarga untuk dimakamkan. (banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.