TRIBUN-BALI.COM - Puluhan warga mendatangi Mapolsek Sidemen, Kabupaten Karangasem, Sabtu (17/1). Mereka merupakan tokoh masyarakat dari delapan banjar yang resah dengan rentetan kasus pencurian uang kepeng di beberapa pura di Sidemen.
Terakhir aksi pencurian uang kepeng dan mirah terjadi di Pura Hyang Taluh. Ada sekitar 2.600 uang kepeng di Pura Dalem Hyang Taluh yang raib. Modusnya dengan merusak pegangan gembok bangunan gedong yang menjadi lokasi disimpannya uang kepeng.
“Kehadiran kami terdiri dari 48 penglingsir dari 8 banajr adat di Sidemen, mengingat beberapa kali kejadian pencurian uang kepeng dan terkahir di Pura Dalem Hyang Taluh,” ujar Penglingsir Ageng Pura Dalem Hyang Taluh, I Made Adi Raharta.
Baca juga: KAGET Jro Mangku Lihat Atap Pelinggih Keluar Asap, Gedong Kawitan Pura Karang Buncing Terbakar !
Baca juga: SAKIT Perut-ISPA Jadi Keluhan Warga, Tim Dokkes Periksa Puluhan Orang Terdampak Banjir di Pekutatan!
Tokoh masyarakat tersebut mendorong aparat kepolisian bisa mengungkap rentetan pencurian benda sakral tersebut.
Apalagi kerugian masyarakat tidak sebatas uang kepeng yang dicuri, tetapi harus menanggung rentetan upacara pasca kejadian pencurian.
“Imbas dari pencurian ini tidak hanya kerugian materiil karena hilang uang kepeng, tapi juga harus gelar upacara guru piduka, mesapuh, serta bendu piduka. Upacara ini biayanya lebih besar dari kehilangannya,” ungkap dia.
Pihaknya mendapatkan penjelaan dari aparat kepolisian terkait kendala penyelidikan dari kasus tersebut, di antaranya rekaman CCTV yang belum jelas menunjukan pelaku.
“Tetapi informasinya sudah ada 4 sepeda motor yang dicurigai. Informasinya rekaman CCTV yang terbatas. Pada intinya kami mendorong pengungkapkan kasus ini, karena sangat meresahkan warga,” harapnya.
Menurutnya ada 6 pura di wilayah Kecamatan Sidemen yang dibobol maling spasialis uang kepeng. Terakhir terjadi di Pura Dalem Hyang Taluh yang baru diketahui, Kamis (8/1) lalu.
Selain kehilangan uang kepeng, pengempon Pura Dalem Hyang Taluh juga kehilangan nirah (batu permata). “Ini pencurinya sepertinya spesialis. Benda yang hilang uang kepeng yang asli. Kalau uang kepeng yang tidak asli tidak diambil,” jelasnya.
Kapolsek Sidemen AKP I Gusti Agung Bagus Suteja mengatakan, pihaknya terus melakukan penyelidikan intensif sejak menerima laporan.
Dilanjutkan dengan mulai dari pemeriksaan saksi, olah tempat kejadian perkara (TKP), hingga pengecekan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. “Kami juga telah mendatangi sejumlah pengepul uang kepeng serta memantau kamera ETLE,” ujar Suteja.
Suteja juga mengatakan, berdasarkan rekaman CCTV memang ada yang dicurigai sebagai pelaku, namun pihaknya perlu waktu untuk memastikan apakah orang tersebut merupakan pelaku yang sebenarnya atau tidak.
“Intinya kasus ini masih terus berlanjut, kami juga akan lakukan penyelidikan dengan maksimal. Semoga pelakunya cepat kami temukan,” harap Suteja. (mit)