BANGKAPOS.COM--Mimpi merupakan salah satu fenomena yang hampir pasti dialami oleh setiap manusia.
Dalam Islam, mimpi dikenal sebagai ru’ya, yang sering disebut sebagai bunga tidur. Mimpi bisa datang dalam berbagai bentuk dan suasana, mulai dari mimpi yang membahagiakan, menenangkan, mengharukan, hingga mimpi yang menakutkan atau biasa disebut mimpi buruk.
Ketika bermimpi, seseorang kerap merasakan emosi yang sangat nyata, seperti rasa takut, sedih, bahagia, bahkan gelisah.
Tak jarang, mimpi buruk membuat seseorang terbangun di tengah malam dengan jantung berdebar, keringat dingin, dan rasa cemas yang sulit dijelaskan. Kondisi ini tentu dapat mengganggu kualitas tidur dan ketenangan jiwa.
Dalam ajaran Islam, mimpi tidak dipandang sebagai sesuatu yang sepele. Rasulullah SAW bahkan menjelaskan bahwa mimpi memiliki kedudukan tersendiri, terutama bagi seorang mukmin.
Sebagaimana diriwayatkan dari sahabat Ubadah bin Shamit, Rasulullah SAW bersabda:
“Mimpi seorang mukmin adalah satu dari empat puluh enam bagian kenabian.”
(HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan Tirmidzi)
Hadis ini menunjukkan bahwa mimpi, khususnya mimpi baik, bisa menjadi bentuk kabar atau isyarat dari Allah SWT.
Namun, Islam juga mengajarkan bahwa tidak semua mimpi berasal dari Allah.
Ada mimpi yang datang dari bisikan setan, yang bertujuan menakut-nakuti dan mengganggu ketenangan manusia.
Karena itu, ketika mengalami mimpi buruk, seorang muslim dianjurkan untuk segera memohon perlindungan kepada Allah SWT agar terhindar dari gangguan setan.
Dalam riwayat Ibnu Sunni, disebutkan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan beberapa doa yang dianjurkan dibaca ketika seseorang terbangun akibat mimpi buruk.
1. Doa Pertama Saat Mimpi Buruk
Tulisan Arab:
هُوَ اللهُ ، اَللهُ رَبِّيْ لَا شَرِيْكَ لَهُ. أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ غَضَبِهِ وَمِنْ شَرِّ عِبَادِهِ وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ وَأَنْ يَحْضُرُوْنِ
Tulisan Latin:
Huwallāhu, Allāhu rabbī, lā syarīka lahū. A‘ūdzu bikalimātillāhit-tāmmāti min ghaḍabihī, wa min syarri ‘ibādihī, wa min hamazātisy-syayāṭīni wa an yaḥḍurūn.
Artinya:
“Dialah Allah, Allah Tuhanku, tiada sekutu bagi-Nya. Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya, dari kejahatan hamba-hamba-Nya, dari godaan setan, dan dari kehadiran mereka.”
2. Doa Kedua Saat Mimpi Buruk
Tulisan Arab:
أَللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ وَسَيِّئَاتِ الأَحْلَامِ
Tulisan Latin:
Allāhumma innī a‘ūdzu bika min ‘amalisy-syaithāni wa sayyi’ātil-aḥlām.
Artinya:
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan setan dan dari buruknya mimpi.”
Rasulullah SAW dengan jelas menjelaskan asal-usul mimpi buruk dalam sebuah hadis sahih:
“Mimpi yang baik berasal dari Allah, sedangkan mimpi yang buruk berasal dari setan. Jika salah seorang dari kalian bermimpi sesuatu yang tidak ia sukai, maka hendaklah ia meniup ke sebelah kirinya tiga kali dan membaca ta’awudz tiga kali, kemudian berbalik ke sisi yang lain. Jangan menceritakan mimpi tersebut kepada siapa pun, maka mimpi itu tidak akan membahayakannya.”
(HR. Bukhari No. 6995 dan Muslim No. 2261)
Hadis ini menjadi pedoman utama bagi umat Islam dalam menyikapi mimpi buruk dengan cara yang benar dan sesuai sunnah.
Agar terhindar dari gangguan setan dan mimpi buruk, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk senantiasa membaca doa sebelum tidur.
1. Doa Sebelum Tidur
Tulisan Arab:
بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَحْيَا وَأَمُوتُ
Tulisan Latin:
Bismikallāhumma aḥyā wa amūt.
Artinya:
“Dengan nama-Mu ya Allah, aku hidup dan aku mati.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
2. Doa Sebelum Tidur Lainnya
Tulisan Arab:
اَللَّهُمَّ إِنَّكَ خَلَقْتَ نَفْسِي وَأَنْتَ تَوَفَّاهَا، لَكَ مَمَاتُهَا وَمَحْيَاهَا، إِنْ أَحْيَيْتَهَا فَاحْفَظْهَا، وَإِنْ أَمَتَّهَا فَاغْفِرْ لَهَا، اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ
Tulisan Latin:
Allāhumma innaka khalaqta nafsī wa anta tawaffāhā, laka mamātuhā wa maḥyāhā. In aḥyaytahā faḥfaẓhā, wa in amattahā faghfir lahā. Allāhumma innī as’alukal-‘āfiyah.
Artinya:
“Ya Allah, Engkau telah menciptakan diriku dan Engkau pula yang akan mematikannya. Hidup dan matinya hanya milik-Mu. Jika Engkau menghidupkannya, maka jagalah ia. Jika Engkau mematikannya, maka ampunilah ia. Ya Allah, aku memohon keselamatan kepada-Mu.”
Tulisan Arab:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
Tulisan Latin:
Alḥamdulillāhilladzī aḥyānā ba‘da mā amātanā wa ilaihin-nusyūr.
Artinya:
“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya kami akan dibangkitkan.”
Selain membaca doa, Rasulullah SAW juga mengajarkan beberapa adab dan amalan sunnah ketika seseorang mengalami mimpi buruk.
1. Meniup ke Arah Kiri Tiga Kali
Hendaknya meniup ringan ke arah kiri sebanyak tiga kali sebagai bentuk penolakan terhadap gangguan setan.
2. Mengubah Posisi Tidur
Jika sebelumnya tidur menghadap kiri, dianjurkan untuk berpindah posisi ke kanan atau sebaliknya.
3. Tidak Menafsirkan Mimpi Buruk
Rasulullah SAW bersabda bahwa mimpi buruk tidak perlu ditafsirkan dan tidak boleh diceritakan kepada orang lain agar tidak menjadi kenyataan.
4. Bangun dan Melaksanakan Salat
Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa orang yang mengalami mimpi buruk dianjurkan untuk bangun dan melaksanakan salat agar memperoleh ketenangan dan perlindungan dari Allah SWT.
Mimpi buruk memang bisa menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan, namun Islam telah memberikan tuntunan yang lengkap untuk menghadapinya.
Dengan memperbanyak doa, membaca zikir sebelum tidur, serta mengamalkan sunnah Rasulullah SAW, seorang muslim dapat menjaga ketenangan jiwa dan mendapatkan perlindungan dari Allah SWT.
Bagi siapa pun yang kerap mengalami mimpi buruk, hendaknya mulai membiasakan diri menghafalkan doa-doa ini dan mengamalkannya secara rutin, karena perlindungan sejati hanya datang dari Allah SWT.
Semoga kita semua senantiasa berada dalam lindungan-Nya, baik saat terjaga maupun saat terlelap. Aamiin.
(Bangkapos.com/Zulkodri)