Maskun Jadi Surga Durian di Bondowoso, Langsung Petik Untuk Nikmati Berbagai Rasa Berbeda
January 18, 2026 10:32 PM

 


SURYA.CO.ID, BONDOWOSO - Begitu banyak cerita mengenai durian, kesimpulannya selalu sama bahwa buah berduri ini memang harus dan enak.

Di Bondowoso, Desa Maskuning Kulon (Maskun), Kecamatan Pujer, bisa menjadi pilihan bagi pemburu durian lokal yang ingin sensasi berburu.

Betul. Berburu karena di desa itu ada kebun yangv menjadi salah satu surga cita rasa durian lokal.

Tepatnya di Rumah Durian Lely, RT 18/RW 05, Dusun Paleran. Para pemburu durian bisa menikmati berbagai durian lokal Bondowoso yang dipetik langsung di kebun.

Pemilik Rumah Durian Lely, Andriono (42) selama ini menanami pekarangan rumahnya yang luasnya sekitar 100 meter persegi dengan belasan pohon durian berbagai jenis.

Di kebun ini, buah-buah berduri tersebut dipanen, dibelah, dan dinikmati langsung oleh pembeli.

Sebagian pembeli meminta durian yang sudah dipanen di kebun dibawa untuk dimakan di rumah Andriono.

"Tetapi banyak juga duriannya dibawa ke rumah saya, kemudian dimakan di sini oleh pembeli," kkata Andri, Sabtu(17/1/2026).

Tidak hanya durian miliknya, durian di kebun-kebun milik tetangga dari berbagai dusun juga menjadi mitranya. Mereka menitipkan penjualan duriannya kepada Andri.

Rasa durian di setiap pohon berbeda-beda. Ada yang manis legit, ada juga yang memiliki rasa manis pahit. Daging buahnya ada yang berwarna kuning pekat, kesat, dan tebal, bergantung pada jenisnya.

Menurut Andri, perbedaan rasa dan bentuk terjadi karena jenis duriannya berbeda. Varietas yang paling dicari adalah jenis durian Plotan (ketan dalam bahasa Indonesia), durian Black Stone, dan durian Rongjengan.

Bulan Masa Panen Durian

Alasannya karena bijinya kecil, dagingnya tebal, dan rasanya manis legit. Namun begitu, durian ini hanya bisa dibeli pada bulan Desember hingga Maret. 

Sebab jenis ini tidak menggunakan metode apa pun agar cepat masak. Semuanya dibiarkan berbuah secara alami dan masak di pohon.

"Desember awal itu sudah ada yang jatuh. Tetapi puncaknya bulan Januari, Februari, dan Maret. Bulan April biasanya sudah berkurang," ungkapnya.

Di sana, harga durian bervariasi, mulai dari yang termurah Rp 10.000 hingga Rp 100.000. Hal ini pula yang menjadi alasan banyak pelanggan datang ke rumahnya. 

Mulai dari Jember, Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi, bahkan Probolinggo."Ada 24 jam orang ke sini, ada yang sampai malam karena langsung ke rumah," terangnya.

Wahyu, warga Desa Taman, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo mengatakan hampir setiap musim durian ia datang ke kebun Andri.

Ia diajak teman-temannya yang merupakan warga Bondowoso. "Harganya murah, terus buahnya itu kan langsung matang di pohon. Bukan hasil pemeraman agar masak," pungkasnya. *****

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.