Thomas Frank di Persimpangan Jalan Keluar Tottenham
January 18, 2026 11:30 PM

TRIBUNNEWS.COM - Pelatih Tottenham, Thomas Frank berada di persimpangan jalan keluar dari klub London Utara menyusul hasil minor yang diraih saat melawan West Ham, tim penghuni zona merah Liga Inggris, Sabtu (17/1).

Tottenham kalah 1-2 atas West Ham di Tottenham Hotspur Stadium. Kekalahan beruntun bagi Spurs dan menjadi yang kesembilan musim ini sehingga menempati peringkat 14 klasemen.

Posisi Thomas Frank di kursi kepelatihan Tottenham tidak aman setelah masa jabatannya selama tujuh bulan berjalan.

Tottenham tidak menunjukkan progresi dengan tim papan atas. Boro-boro nangkring di zona Eropa, sepuluh besar pun masih selisih empat poin dari perolehan 27 poin saat ini.

Laporan terbaru Sky Sports menyebutkan, desakan dan tekanan yang diterima Thomas Frank semakin besar menyusul kekalahan kandang tersebut.

Dewan direksi Tottenham telah melakukan pembicaraan lebih lanjut dengan Thomas Frank soal masa depannya.

VILLA VS SPURS - Aksi bek Aston Villa, Ezri Konsa saat menjebol gawang Tottenham Hotspur pada pekan ke-37 Liga Inggris di Villa Park, Sabtu (17/5/2025) dini hari WIB. Aston Villa menang dengan skor 2-0 atas Tottenham Hotspur. (Laman resmi Aston Villa).
VILLA VS SPURS - Aksi bek Aston Villa, Ezri Konsa saat menjebol gawang Tottenham Hotspur pada pekan ke-37 Liga Inggris di Villa Park, Sabtu (17/5/2025) dini hari WIB. Aston Villa menang dengan skor 2-0 atas Tottenham Hotspur. (Laman resmi Aston Villa). (avfc.co.uk)

Pihak manajemen sedang mempertimbangkan semua opsi yang tersedia saat ini, namun belum ada keputusan final yang dibuat.

Rencananya, manajemen ingin berpegang teguh terhadap rencana jangka panjang mereka dengan mantan pelatih Brrentford, tetapi situasinya berubah akhir-akhir ini.

Ketegangan itu menyebabkan keraguan.

Belum lagi gertakan dan suara suporter Tottenham yang semakin masif dari luar stadion.

Kekalahan atas West Ham membuat suporter Tottenham melontarkan nyanyian "kamu akan dipecat besok pagi," untuk Thomas Frank.

Kunjungi Tempat Latihan

Baca juga: Piala FA Putaran Ketiga: MU Punya Sejarah Emas, Tottenham Langsung Terancam Eliminasi

Pada Minggu (18/1) pagi waktu London, CEO Tottenham, Vinai Venkatesham mengunjungi tempat latihan klub di tengah spekulasi mengenai masa depan Thomas Frank.

Thomas Frank dan anak asuhnya menjalani sesi latihan pagi ini untuk persiapan pertandingan Liga Champions melawan Dortmund tengah pekan nanti.

Dilaporkan BBC, Thomas Frank berada di bawah pengawasan internal yang ketat.

Pemecatannya sedang dipertimbangkan, bisa terjadi sebelum laga melawan Dortmund atau setelah laga jika hasil yang diraih Tottenham gagal mendulang tiga poin.

Surat kabar The Independent mengabarkan hal serupa, kesempatan Frank untuk membuatnya bertahan adalah pertandingan melawan Dortmund.

Tottenham dan Dortmund berada di peringkat 11 dan 10 klasemen Liga Champions. Keduanya sama-sama mengoleksi 11 poin, Dortmund unggul produktivitas gol daripada Tottenham.

Peluang Tottenham dan Dortmund melaju ke babak 16 besar melalui peringkat 8 besar klasemen pun masih terbuka lebar karena hanya terpaut satu angka dengan Inter, Real Madrid, dan Atletico Madrid yang menyisakan dua pertandingan.

Sejak diangkat menjadi pelatih Tottenham pada musim panas 2025 menggantikan Ange Postecoglou, Thomas Frank tercatat sebagai pelatih Spurs yang memiliki persentase paling kecil memenangkan laga kandang di Liga Inggris.

Angkanya hanya 18,2 persen, jauh dibandingkan pendahulunya, Ange, Villas-Boas, hingga Jose Mourinho.

Sebagian pihak menilai, apa yang terjadi pada Tottenham saat ini bukanlah salah Thomas Frank.

Spurs sedang dalam fase transisi setelah era Daniel Levy di mana kapten baru memimpin tim dan staf baru masih beradaptasi di berbagai bidang.

"Saya sudah melihat surat itu dan menemukan enam hingga delapan hal positif," ucap Frank menanggapi surat terbuka dari CEO klub kepada penggemar, dikutip dari Sky Sports.

"Saya melihat klub yang selaras, dan tahu bahwa ini adalah fase transisi besar, dan ini adalah kapal tanker super yang sedang kita belokkan."

"Saya melihat sebuah tim yang sedang berjuang di masa-masa sulit."

"Satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah terus maju. Kita harus bangkit lagi," jelas Thomas Frank.

"Saat kita menang, semuanya akan berubah. Jika para pemain berhenti bekerja keras, maka Anda bisa mengatakan oke, tetapi tim ini bekerja sangat keras. Kita hampir mencapai sesuatu yang sangat bagus."

"Saya bisa merasakan kepercayaan dari semua orang," tutupnya.

(Tribunnews.com/Sina)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.