Bermalam di Jurang 200 Meter, Tim SAR Jaga Jenazah Korban ATR
January 19, 2026 12:33 AM

 

SERAMBINEWS.COM - Cuaca buruk dan medan ekstrem tak menyurutkan langkah tim SAR gabungan dalam misi kemanusiaan evakuasi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Setelah berhasil menemukan satu jenazah berjenis kelamin laki-laki, upaya evakuasi terpaksa dihentikan sementara. 

Kabut tebal dan jurang sedalam 200 meter membuat proses penyelamatan mustahil dilakukan pada Minggu (18/1/2026) malam.

Demi menjaga jenazah dan memastikan proses evakuasi bisa dilanjutkan esok hari, sebanyak 10 petugas SAR memilih bertahan di lokasi. 

Mereka mendirikan tenda darurat di lereng gunung, tak jauh dari posisi korban, dan menginap di kawasan berisiko tinggi tersebut.

“Kami sudah menemukan satu korban, tetapi evakuasi belum bisa dilakukan karena kondisi cuaca sangat tidak memungkinkan,” ujar Kasi Ops Basarnas Makassar, Andi Sultan, saat ditemui di Pos AJU Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci.

Menurut Sultan, jarak pandang di lokasi hanya sekitar 3 hingga 5 meter akibat kabut tebal. 

Selain itu, kontur medan yang curam dan licin membuat teknik evakuasi darat, termasuk metode J-trik atau penarikan dari atas tebing, tidak dapat dilakukan dengan aman.

Baca juga: Fakta dan Kronologi Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak di Maros, Disewa KKP Untuk Tujuan Berikut

“Kami sudah berkoordinasi dengan tim di bawah bersama korban. Diputuskan untuk bermalam dan melanjutkan evakuasi besok pagi,” jelasnya.

Rencana evakuasi dijadwalkan pada Senin (19/1/2026) sekitar pukul 05.00 Wita, dengan opsi utama menggunakan jalur udara atau helikopter, bergantung pada kondisi cuaca.

“Jika cuaca mendukung, evakuasi akan kami lakukan melalui udara,” tambah Sultan.

Hingga kini, sembilan korban lainnya masih dalam pencarian. 

Tim SAR gabungan juga menemukan sebuah kotak berwarna hitam di sekitar lokasi jatuhnya pesawat. Namun, belum dapat dipastikan apakah benda tersebut merupakan black box milik pesawat ATR 42-500.

Di tengah keterbatasan dan ancaman alam, para petugas SAR terus bertahan, menjadikan misi kemanusiaan ini sebagai taruhan nyawa demi memastikan para korban dapat dievakuasi dengan layak.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.