TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Sisa-sisa asap masih menggantung di udara pascakebakaran yang melanda kawasan Jalan Tanjungpura, tepatnya Gang Kirana 2, Kota Pontianak.
Bangunan ruko tampak hangus, air masih menetes dari atap rumah, sementara petugas pemadam kebakaran dan kepolisian masih berjaga di lokasi untuk memastikan api benar-benar padam, Minggu 18 Januari 2026.
Petugas pemadam kebakaran terus melakukan pendinginan karena masih terlihat percikan api kecil di salah satu ruko yang terbakar. Kebakaran yang terjadi pada dini hari itu meninggalkan duka dan kekhawatiran mendalam bagi warga terdampak.
Salah satunya dirasakan Aceng (63), pemilik ruko yang turut terdampak. Ia mengaku kebakaran baru diketahui menjelang subuh, saat api sudah membesar dan menjalar cepat.
"Awalnya ketahuan itu sekitar jam empat subuh kurang seperempat. Tau-tau kita keluar buka pintu, apinya udah gede, udah merembet sampai tempat kami," ungkap Aceng saat diwawancarai tribunpontianak.co.id.
Menurutnya, ruko yang terbakar dalam kondisi kosong, baik di sisi kanan maupun kiri, sehingga ia tidak mengetahui pasti penyebab awal kebakaran.
"Saya nggak tau penyebabnya, soalnya ruko kosong. Sekali tau-tahunya anak saya bangun, bilang kebakaran," ujarnya.
Saat membuka pintu depan rumah, Aceng melihat kobaran api sudah menjulang tinggi.
"Pas saya buka pintu depan, apinya udah sampai atas rumah. Api di ruko nomor dua udah penuh," katanya.
Saat kejadian, Aceng berada di dalam rumah bersama lima anggota keluarganya. Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh anaknya yang terbangun dan langsung memberi tahu sang ibu.
Baca juga: Tanda Misterius Sebelum Kebakaran Besar di Tanjungpura Pontianak, Rifky Kehilangan Segalanya!
"Anak saya bilang, ‘Ma kebakaran’. Saya langsung buru-buru bangunin anak-anak, turun ke bawah," tuturnya.
Dalam kepanikan, salah satu anaknya langsung berkerah menuju ke arah Jalan Siam untuk memanggil pemadam kebakaran.
"Anak saya ngejar ke jalan Siam manggil pemadam. Kita semua panik, bingung, sampai kunci motor pun nggak tau dimana," katanya.
Di tengah situasi darurat, Aceng hanya sempat menyelamatkan dokumen penting.
"Cuma surat-surat yang saya selamatkan. Yang lain nggak ada lagi, ludes. Saya panik, paling-paling cuma ambil surat, itu aja," ucapnya.
Setelah petugas pemadam tiba, warga diminta menjauh demi kelancaran proses pemadaman.
"Pemadam datang kami nggak boleh dekat lokasi. Jadi barang-barang itu nggak selamat lagi. Bagian atas rumah ludes semua," tambahnya.
Kini, Aceng dan keluarganya harus memikirkan tempat tinggal sementara.
"Sementara kita lihat dulu, nanti pikirkan duduk dimana. Mungkin ke tetangga atau saudara. Soalnya dua sampai tiga hari ini nggak bisa tinggal di sini," jelasnya.
Ia mengaku telah tinggal di kawasan tersebut selama puluhan tahun, dan kebakaran ini menjadi pengalaman pertama yang begitu menguras emosi bagi keluarganya.
"Saya tinggal di sini sudah puluhan tahun, dan ini baru kejadian pertama kali," tutup Aceng. (*)
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!