SRIPOKU.COM - Nama Ferry Irawan masuk dalam daftar penumpang pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak di kawasan udara Maros pada Sabtu (17/1/2026).
Pada Minggu (18/1/2026), rumah duka di Jalan Haji Kunen, Kelurahan Jati Melati, Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat sudah didatangi sejumlah keluarga, tetangga, dan kerabat.
Mereka semua berharap, hal-hal baik menimpa pegawai Kementerian Kelautan dan Perikatan (KKP) itu.
Raut wajah kecemasan jelas terlihat di wajah Meyla Eskaria Putri.
Baca juga: Ferry Irawan Pegawai KKP Naik Pesawat ATR 42-500, Polisi Tes DNA Anak Kandung
Wajar saja, ia masih belum mendapat kabar dari suaminya.
Ia mengatakan, sebelum pesawat yang dinaiki Ferry hilang kontak, sempat terjadi obrolan via video call.
Dalam percakapan singkat tersebut, Ferry sempat berpesan kepada kedua anaknya.
“Cuma sempat video call. Dia pesan ke anaknya, ‘makan yang banyak’. Karena memang anak saya susah makan. Itu saja,” ujar Meyla singkat.
Ferry diketahui memiliki dua anak laki-laki, masing-masing berusia 13 tahun dan 11 tahun.
Kakak Ferry, Winda, mengatakan juga sempat menerima telepon dari Ferry sebelum pesawat hilang kontak.
Saat itu, Ferry memberikan penguatan kepada Winda yang baru saja ditinggal meninggal dunia oleh suaminya.
“Kurang lebih tiga sampai empat hari lalu dia telepon saya. Dia membesarkan hati saya karena suami saya juga baru saja meninggal. Dia bilang kasihan sama saya,” tutur Winda.
Dalam percakapan tersebut, Ferry meminta kakaknya untuk tetap kuat dan menjaga kesehatan demi anak-anaknya.
“‘Kamu jangan kebanyakan capek, jangan kebanyakan bantu-bantu orang. Kamu fokus ke diri kamu,’ kata dia,” lanjut Winda.
Baca juga: Andil Pemilik Warung Selama Pencarian Pesawat ATR 42-500, Hadna Kelabakan Layani Relawan
Tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Metro Jaya mendatangi kediaman Ferry Irawan di kawasan Pondok Melati, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (18/1/2026) siang, untuk mengambil sampel DNA anak kandung Ferry.
Salah satu anggota Biddokes Polda Metro Jaya, Aipda Bayu, membenarkan bahwa kedatangan mereka bertujuan mengambil sampel DNA dari anak kandung Ferry.
“Kami mengambil sampel DNA untuk mencocokkan dengan korban nantinya,” ujar Bayu kepada wartawan.
Menurut Bayu, sampel yang diambil berupa usap cairan mulut (swab) dan darah.
Sampel tersebut akan digunakan dalam proses identifikasi lanjutan apabila Ferry Irawan telah ditemukan.
“Pengambilan sampel darah dan swab mulut dari anak kandung. Nantinya, jika korban sudah ditemukan, akan dibawa terlebih dahulu ke rumah sakit di Makassar untuk proses identifikasi,” jelasnya.