TRIBUNTORAJA.COM - Florencia Lolita Wibisono, pramugari pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT), salah satu awak kabin dalam penerbangan yang mengalami kecelakaan di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026).
Florencia, yang akrab disapa Olen, diketahui bertugas sebagai flight attendant dalam penerbangan rute Yogyakarta–Makassar tersebut.
Pesawat dilaporkan hilang kontak sebelum akhirnya ditemukan di kawasan pegunungan dengan medan terjal.
Berdasarkan penelusuran dari akun profesional LinkedIn, Minggu (18/1/2026), Florencia berasal dari Kendis, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.
Ia merupakan alumnus Universitas Pelita Harapan (UPH) dengan latar belakang pendidikan Ilmu Komunikasi.
Karier Florencia di industri penerbangan dimulai pada 2012.
Ia mengawali pekerjaannya sebagai Flight Attendant Company Checker Instructor di PT Wings Abadi Airlines.
Dalam perjalanan kariernya, Florencia juga pernah dipercaya menjabat sebagai Manager Training Flight Attendant.
Dalam berbagai kesempatan, Florencia dikenal aktif berbagi pengalaman seputar dunia aviasi, terutama terkait standar keselamatan penerbangan, pelayanan awak kabin, serta penanganan kondisi darurat di dalam pesawat.
Kabar kecelakaan tersebut membuat pihak keluarga Florencia diliputi kekhawatiran.
Salah satu anggota keluarga, Ramos (48), mengatakan kedua orang tua Florencia telah bertolak dari Bandara Sam Ratulangi Manado menuju Makassar untuk mencari informasi terkait kondisi anak mereka.
“Sekitar jam satu siang tadi mereka sudah berangkat ke Makassar karena ada informasi keluarga diminta datang,” ujar Ramos.
Hingga Minggu sore, pihak keluarga masih menunggu informasi resmi dari otoritas terkait.
Ramos menyebut keluarga berharap mendapat kabar baik mengenai Florencia.
Sementara itu, akun Instagram pribadi Florencia @olen.flw dibanjiri doa dan dukungan dari warganet.
Pencarian Masih Berlangsung
Operasi pencarian dan pertolongan terhadap pesawat ATR 42-500 tersebut masih terus berlangsung.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan tim SAR gabungan menghadapi medan terjal dan cuaca ekstrem di kawasan Gunung Bulusaraung.
Pencarian dilakukan melalui jalur darat dan udara.
Unsur udara melibatkan helikopter Caracal serta pesawat Boeing milik TNI Angkatan Udara, sementara pencarian darat melibatkan sekitar 1.200 personel dari berbagai instansi.
Basarnas membagi tim pencarian ke dalam empat Search and Rescue Unit (SRU) yang menyebar di empat titik berbeda guna memastikan tidak ada korban yang terlewat.
Dalam operasi tersebut, satu korban berjenis kelamin laki-laki ditemukan pada pukul 14.20 WITA di sekitar serpihan pesawat, di jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter.
Hingga laporan terakhir pukul 15.00 WITA, Minggu (18/1/26), identitas korban masih dalam proses identifikasi.
Pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport membawa 10 orang, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang.
Tujuh kru tersebut adalah Kapten Andi Dahananto, Muhammad Farhan Gunawan, Hariadi, Restu Adi, Dwi Murdiono, Florencia Lolita, Esther Aprilita.
Sedangkan penumpang bernama Deden, Ferry, dan Yoga.
Operasi SAR masih terus dilanjutkan secara intensif dengan mempertimbangkan keselamatan seluruh personel di tengah hujan lebat dan kabut tebal yang menyelimuti kawasan pegunungan.(*)