Rencana Wali Kota Jogja Tata Pedestrian Jokteng Kulon hingga Ngabean 
January 19, 2026 07:14 AM

 

Tribunjogja.com Yogyakarta -- Pemkot Yogyakarta akan melakukan penataan pedestrian di sepanjang Pojok Beteng (Jokteng) Kulon ke utara hingga area parkir Ngabean atau Jalan Wahid Hasyim.

Langkah awal dimulai dengan penertiban bangunan liar dan semi permanen yang menjamur di trotoar.

Pernyataan Wali Kota Yogyakarta

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyampaikan rencana tersebut setelah meninjau langsung kondisi lapangan pada Minggu (18/1/2026).

"Ternyata ada manfaatnya ketika kita jalan begini, ngecek trotoar mana yang rusak, mana yang kotor dan banyak rumput, lalu kita temukan bangunan-bangunan liar itu. Banyak yang ternyata sudah tidak dipakai lagi," ujar Hasto.

Kondisi di Lapangan

Banyak bangunan liar memadati trotoar Jalan Wahid Hasyim.

Berdasarkan laporan Ketua RW setempat, bangunan semi permanen tersebut mengganggu estetika dan kebersihan lingkungan.

Pemkot telah berkoordinasi dengan Satpol PP untuk menandai bangunan liar sebelum dilakukan pembersihan.

Tindak Lanjut Penertiban bangunan liar akan dilakukan minggu depan dan area yang dibersihkan tidak akan dibiarkan kosong.

Pemkot berencana membangun taman di sepanjang pedestrian untuk menambah keasrian kota.

Hasto membayangkan jalur dari Jokteng Kulon hingga Ngabean akan menjadi kawasan Bersih, hijau dan nyaman untuk pejalan kaki dan Terawat dengan adanya taman di sepanjang trotoar

"Nanti ada taman. Jadi, sepanjang jalan ini (trotoarnya) bersih, bagus, terawat, terus ada tamannya. Cita-cita saya seperti itu," pungkas Hasto.

• Pemkot Yogya Targetkan Seluruh SD Negeri Jadi Satuan Pendidikan Aman Bencana

Sejarah Jokteng Kulon

  • Pojok Beteng (Jokteng) adalah istilah untuk sudut benteng Keraton Yogyakarta. Benteng ini mengelilingi Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan dibangun pada akhir abad ke-18.
  • Jokteng Kulon terletak di sisi barat daya benteng, tepatnya di perempatan Jl. Wachid Hasyim – Jl. Bantul – Jl. Sugeng Jeroni – Jl. Letjen MT Haryono.
  • Benteng ini awalnya berfungsi sebagai struktur pertahanan untuk melindungi Keraton dari serangan musuh.
  • Selain fungsi militer, Jokteng juga memiliki makna filosofis: setiap sudut benteng melambangkan keseimbangan dan perlindungan terhadap kehidupan masyarakat Yogyakarta. (aka)
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.