3 Bahan Baju Lari Nyaman Ringan dan Tidak Gerah Seharian
January 19, 2026 07:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM- Lari menjadi salah satu olahraga favorit masyarakat karena mudah dilakukan dan tidak memerlukan banyak peralatan. Namun, agar aktivitas ini tetap nyaman dan optimal, pemilihan pakaian yang tepat menjadi hal penting yang tidak boleh diabaikan. 

Pakaian lari yang ideal berperan besar dalam menjaga tubuh tetap sejuk, membantu penguapan keringat, serta memberi keleluasaan bergerak tanpa gesekan berlebih. Bahan yang tidak sesuai justru membuat tubuh terasa panas, lembap, dan cepat lelah, bahkan berisiko menimbulkan iritasi kulit. Dengan material yang ringan dan breathable, lari terasa lebih efisien, fokus terjaga, dan performa pun meningkat.

Karena itu, memilih bahan baju lari tidak bisa asal. Berdasarkan pengalaman berlari dalam berbagai kondisi cuaca dan intensitas, berikut 3 bahan baju olahraga yang nyaman, ringan, dan tidak membuat gerah saat digunakan lari. Cocok untuk pemula hingga pelari rutin yang ingin tetap nyaman dari kilometer pertama hingga terakhir.

Baca juga: 3 Rekomendasi Sepatu Olahraga Merek Lokal Asli Indonesia, Dijamin Stylish dan Trendy

1. Nylon

Jersey Bahan Nilon
Contoh Jersey Bahan Nylon (Pinterest)

Nylon merupakan bahan sintetis yang pertama kali diperkenalkan pada era 1930-an sebagai alternatif sutra. Dalam dunia olahraga, khususnya lari, bahan ini dikenal karena sifatnya yang kuat, elastis, dan tidak mudah robek, sehingga cocok digunakan untuk aktivitas dengan intensitas tinggi dan banyak pergerakan. 

Karakter nylon yang ringan membuat beban pakaian nyaris tidak terasa saat digunakan, sementara kemampuannya mengelola keringat membantu tubuh tetap kering lebih lama. Hal ini penting untuk menjaga kenyamanan dan fokus selama berlari, terutama pada jarak menengah hingga jauh. Selain itu, struktur serat nylon yang rapat dapat memberi perlindungan tambahan dari paparan sinar matahari, menjadikannya pilihan ideal untuk lari di luar ruangan. Namun, harga baju atau jersey bahan nylon biasanya relatif lebih mahal.

2.Polylester

Jersey Polyester
Contoh Baju Bahan Poliester (Pinterest @Yonex)

Polyester, khususnya jenis polyester active dry, menjadi salah satu bahan andalan dalam pakaian lari karena kemampuannya menjaga kenyamanan saat tubuh berkeringat.

Bahan ini dirancang untuk membantu menguapkan keringat lebih cepat, sehingga kulit tetap terasa kering meski berlari dalam durasi panjang atau cuaca panas.

Berdasarkan informasi dari altratex.com, polyester pertama kali diperkenalkan pada era 1940-an oleh John Rex Whinfield dan James Tennant Dickson. Sejak saat itu, popularitasnya terus meningkat dan berkembang menjadi beragam produk fashion, termasuk pakaian olahraga berperforma tinggi. Evolusi teknologi tekstil membuat poliester tidak lagi identik dengan bahan panas, melainkan semakin ringan, halus, dan fungsional.

Poliester memiliki sejumlah keunggulan utama, seperti kuat dan tidak mudah robek, tahan kusut meski sering dicuci atau disetrika, tidak mudah menyusut, cepat kering, serta warna yang tetap awet meski sering terpapar sinar matahari. Karakter ini sangat relevan bagi pelari yang membutuhkan pakaian praktis, minim perawatan, dan tetap nyaman digunakan berulang kali.

Dalam olahraga lari, poliester active dry menjadi pilihan tepat karena mampu menunjang performa tanpa mengorbankan kenyamanan. Dengan sirkulasi udara yang baik dan bobot ringan, bahan ini membantu pelari tetap fokus dan tidak terganggu dengan rasa gerah. 

3. Spandeks

Bahan Spandeks
Contoh Kain Spandeks (Pinterest)

Spandeks merupakan serat sintetis yang dikenal sangat elastis dan lentur, juga dikenal dengan sebutan elastane atau lycra. Bahan ini mampu melar hingga beberapa kali dari ukuran aslinya dan kembali ke bentuk semula, sehingga banyak digunakan pada pakaian olahraga. 

Seperti pada legging, hingga hijab yang membutuhkan fleksibilitas tinggi. Spandeks memberikan kenyamanan saat bergerak tanpa membatasi ruang gerak karena sifatnya yang mengikuti bentuk tubuh, 

Namun, spandeks murni memiliki daya serap keringat yang rendah dan berpotensi menahan bau. Oleh karena itu, bahan ini umumnya dicampur dengan serat lain seperti katun, poliester, atau rayon untuk meningkatkan kenyamanan, sirkulasi udara, serta kemampuan menyerap keringat.

Kombinasi ini menjadikan spandeks sebagai material andalan untuk pakaian lari yang nyaman, fungsional, dan tetap pas saat digunakan.

Dengan fungsi utamanya sebagai penunjang, spandeks paling efektif digunakan dalam komposisi campuran, bukan sebagai bahan tunggal pakaian lari. Perpaduan spandeks dengan poliester atau nylon memungkinkan pakaian memiliki elastisitas tinggi tanpa  sirkulasi udara dan daya tahan. Kandungan spandeks membantu pakaian mengikuti kontur tubuh secara alami, sehingga tidak mudah melorot, mengerut, atau bergeser saat berlari. Hal ini sangat penting untuk menjaga kenyamanan, terutama pada area yang rentan mengalami gesekan seperti paha, pinggang, dan bahu.

Selain itu, elastisitas spandeks berperan besar dalam mendukung pergerakan dinamis selama berlari. Pakaian terasa lebih responsif terhadap setiap langkah, ayunan tangan, dan perubahan ritme lari. Dengan kombinasi bahan yang tepat, pelari dapat bergerak lebih leluasa, fokus tetap terjaga, dan risiko iritasi kulit dapat diminimalkan. Inilah alasan mengapa campuran spandeks menjadi standar pada pakaian lari modern yang dirancang untuk performa, kenyamanan, dan efisiensi dalam satu kesatuan

(MG Erlysta Nafa Azhary)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.