Kebakaran Lahan Terjadi di Hutan Tanjung Sombayang Desa Haria, Api Padam Setelah Lima Jam
January 19, 2026 07:52 AM

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Novanda Halirat 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Kebakaran lahan terjadi di kawasan Hutan Tanjung Sombayang, Dusun Haria Perat, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Minggu (18/1/2026) sore.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh warga yang melintas di sekitar lokasi kejadian. 

Dimana Api mulai terlihat sekitar pukul 17.45 WIT dan terus membesar hingga malam hari.

Baca juga: Ibadah Minggu di Kariu, Gubernur Maluku Tinjau Tenda Pengungsian dan Janjikan Solusi

Baca juga: Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Bapenda Bursel, Soroti Dua Surat Perintah Bupati

Menurut keterangan warga Negeri Haria, Ateng Souisa (43) mengatakan kobaran api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.45 WIT setelah warga setempat melakukan upaya pemadaman secara manual dengan alat seadanya.

“Kebakaran terjadi sekitar jam lima sore lewat. Api baru padam malam hari setelah masyarakat berusaha memadamkan bersama-sama,” ujarnya.

Upaya pemadaman dilakukan tanpa bantuan armada pemadam kebakaran maupun mobil tangki air, mengingat lokasi kebakaran berada cukup jauh dari permukiman warga dan tidak tersedia sumber air di sekitar area hutan.

Kapolsek Saparua, AKP Semmi J. Leimena, membenarkan terjadinya kebakaran lahan tersebut. 

Semmi menyebutkan lokasi kebakaran tidak berada dekat dengan permukiman sehingga tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap rumah warga.

“Iya benar, telah terjadi kebakaran hutan. Lokasinya jauh dari pemukiman masyarakat. Untuk sementara kami belum bisa memastikan penyebabnya karena masih mengumpulkan keterangan dari masyarakat,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Senin (19/1/2026).

Ia menambahkan, api berhasil dipadamkan sepenuhnya berkat bantuan masyarakat meski dengan keterbatasan peralatan.

“Untuk sekarang api sudah padam. Masyarakat memadamkan api dengan alat seadanya secara manual karena di lokasi tidak terdapat sumber air,” tambahnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. 

Namun, area hutan yang terbakar kini tampak gersang dan tandus.

Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. 

Polisi masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi saat kejadian.

“Sebab kebakaran masih dalam penyelidikan,” pungkasnya.

Aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya di kawasan hutan dan lahan kering. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.