Tangis Brahim Diaz Pecah, Mimpi 50 Tahun Maroko di Final Piala Afrika Hancur Gara-gara Panenka
January 19, 2026 11:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Timnas Maroko secara mengejutkan kalah 0-1 dari Senegal final AFCON 2025, Brahim Diaz menjadi sorotan.

Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Prince Moulay Abdellah, Rabat, Senin (19/1/2026) dini hari WIB itu, gelandang serang Real Madrid itu gagal mengeksekusi penalti krusial pada menit ke-90+7. 

Bermain di kandang sendiri, Maroko sebenarnya tampil dominan, tetapi kegagalan penalti dengan gaya panenka tersebut membuat mental para pemain tuan rumah runtuh.

Situasi ini dimanfaatkan Senegal yang justru tampil lebih percaya diri hingga akhirnya gol tunggal Pape Gueye pada menit ke-94 memastikan kemenangan 1-0 Senegal.

Senegal pun sukses mengamankan trofi AFCON kedua dalam sejarah mereka sekaligus memupus harapan Maroko meraih gelar Piala Afrika pertama dalam 50 tahun.

Brahim Diaz menangis

Brahim Diaz tampak menangis setelah tendangan penaltinya yang gagal.

Mantan pemain Manchester City itu secara kontroversial mendapatkan tendangan penalti di menit-menit akhir babak kedua saat pertandingan masih tanpa gol.

Hal itu memberikan kesempatan emas bagi Atlas Lions untuk merebut gelar bergengsi ini.

Namun, Senegal menanggapi keputusan VAR dengan melakukan aksi mogok sebagai bentuk protes.

Manajer Pape Thiaw memerintahkan para pemainnya kembali ke ruang ganti setelah jeda selama 16 menit.

Para pemain Senegal akhirnya dibujuk untuk keluar dari terowongan oleh sang kapten Sadio Mane.

Brahim Diaz kemudian maju untuk mengambil tendangan penalti, namun kiper Edouard Mendy terus berbicara kepadanya untuk semakin menunda penalti tersebut.

Kemudian, tanpa alasan yang jelas,  pemain berusia 26 tahun mencoba tendangan penalti panenka pada menit ke-24 waktu tambahan, dan tendangannya yang lemah melayang tanpa daya ke pelukan Mendy.

Karena pertandingan terpaksa berlanjut ke babak perpanjangan waktu, Pape Sarr kemudian mencetak gol kemenangan yang menakjubkan untuk Senegal pada menit ke-94.

Tendangan roketnya tersebut menjadi penentu dan menggagalkan tuan rumah meraih gelar Piala Afrika pertama mereka sejak 1976.

Baca juga: Sosok Gabriel Han Willhoft, Calon Pemain Timnas Pilih Pensiun, Pernah Main di Man City dan Tottenham

MAROKO PIALA AFRIKA - Timnas Maroko di final AFCON 2025, kalah lawan Senegal.
MAROKO PIALA AFRIKA - Timnas Maroko di final AFCON 2025, kalah lawan Senegal. (Instagram/@equipedumaroc)

Brahim Diaz kemudian diganti di awal babak perpanjangan waktu.

Ia terlihat menangis saat peluit akhir dibunyikan.

Brahim Diaz juga tampak sangat sedih saat menerima penghargaan sepatu emas dari presiden FIFA Gianni Infantino, dengan total lima gol yang cukup untuk menjadikannya pencetak gol terbanyak di turnamen tersebut.

"Dia punya banyak waktu sebelum mengambil penalti, yang pasti membuatnya gelisah," kata manajer Maroko, Walid Regragui.

"Tapi kita tidak bisa mengubah apa yang sudah terjadi. Itulah cara dia memilih untuk mengeksekusi penalti.

Sekarang kita harus menatap ke depan," pungkasnya dikutip dari Yahoo Sports.

(TribunTrends/ Amr)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.