Pesan Terakhir Pramugari Esther ke Mama Sebelum Pesawat ATR Jatuh di Gunung Bulusaraung
January 19, 2026 12:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM – Pramugari Esther Aprilita Sianipar menjadi sorotan publik setelah pesawat Indonesia Air Transport (IAT) jenis ATR 42-500 yang ditumpanginya jatuh di wilayah Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026).

Hingga kini, kabar Esther belum diketahui.

Ia merupakan warga Rancamaya, Desa Bojong Koneng Ciherang, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Baca juga: Petugas SAR Bermalam di Jurang 200 Meter Jaga Mayat Korban Pesawat ATR, Besok Pagi Dievakuasi

Baca juga: Satu Korban Pesawat ATR Jatuh Ditemukan Dalam Jurang Gunung Bulusaraung

Komunikasi Terakhir Esther dengan Keluarga

Sebelum insiden, Esther sempat berkomunikasi dengan ibunya, J. Siburian. Pada Jumat (16/1/2026), Esther mengabarkan bahwa ia berada di Yogyakarta dalam rangka tugas.

“Chat terakhir hari Jumat malam. Kami masih chatting. Dia bilang dia di Jogja. Biasanya kalau seperti itu komunikasinya aku sudah di sini mah, di sini mah,” ujar J. Siburian.

Ayah Esther, Adi Sianipar, menambahkan putrinya tidak membalas chat keesokan harinya.

“Terakhir komunikasi jam 12 siang melalui WA. Ternyata HP-nya sudah tidak aktif. Esoknya saya mendapat kabar dari perusahaan tempat dia bekerja bahwa pesawat yang ditumpangi hilang kontak,” kata Adi.

Kelurga Berharap Mukjizat

Hingga Minggu (18/1/2026) pagi, tim SAR masih mencari keberadaan 10 penumpang pesawat, termasuk Esther.

Keluarga berharap mukjizat.

“Kami berharap mereka semua ditemukan dalam keadaan selamat,” ucap Adi.

Data dan Fakta Pesawat Jatuh

Pesawat ATR 42-500 milik IAT jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1/2026).

Pesawat buatan tahun 2000 seri 611 ini lepas landas dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Makassar. Hilang kontak saat akan mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Puing-puing pesawat pertama ditemukan pendaki tak jauh dari lokasi jatuh.

Puing Pesawat - Serpihan Bangkai Pesawat mulai Ditemukan Pukul 08.10 Wita di sekitar Puncak Bulusaraung, Kabupaten pangkep, Sulawesi Selatan.  pesawat ATR 42-500 yang dioperasikan Indonesia Air Transport dilaporkan mengalami hilang kontak di wilayah Sulawesi Selatan saat dalam penerbangan menuju Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.
Puing Pesawat - Serpihan Bangkai Pesawat mulai Ditemukan Pukul 08.10 Wita di sekitar Puncak Bulusaraung, Kabupaten pangkep, Sulawesi Selatan. pesawat ATR 42-500 yang dioperasikan Indonesia Air Transport dilaporkan mengalami hilang kontak di wilayah Sulawesi Selatan saat dalam penerbangan menuju Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. (Tribun-Sulbar.com/SAR GAbungan)

Hingga pagi ini, tim SAR baru menemukan satu korban dari total 10 orang. 

Evakuasi masih berlangsung di medan ekstrem, dengan ratusan tim SAR dibantu warga lokal.

Pesawat membawa 10 orang, termasuk tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Kepala KNKT, Soerjanto Tjahjono, menyebut pesawat kemungkinan menabrak tebing atau lereng Pegunungan Bulusaraung.

Pesawat digunakan KKP untuk pengawasan oleh Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan.(*)



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.