TRIBUNJAMBI.COM – Angka nilai tukar rupiah membuka perdagangan awal pekan, Senin (19/1/2026), dengan tren mengkhawatirkan.
Mata uang Garuda terpantau semakin tertekan dan menjauhi level psikologisnya, dipicu oleh kombinasi sentimen geopolitik global yang memanas dan kerentanan ekonomi domestik.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.16 WIB, rupiah merosot ke level Rp16.910 per dolar AS.
Posisi ini menunjukkan pelemahan dibandingkan penutupan perdagangan Kamis (15/1/2026) pekan lalu yang berada di angka Rp16.896 per dolar AS.
Ancaman Eksternal dan Rapuhnya Kelas Menengah
Pengamat Ekonomi, Mata Uang, & Komoditas, Ibrahim Assuaibi, memprediksi tekanan ini belum akan mereda dalam waktu dekat.
Perdagangan hari ini diperkirakan bergerak fluktuatif namun cenderung melemah.
"Rupiah diperkirakan ditutup melemah di rentang Rp16.890 hingga Rp16.920. Pekan ini rupiah makin tertekan, sehingga berpotensi tembus ke level Rp17.000 per dolar AS," ungkap Ibrahim.
Baca juga: Rupiah Terancam Tembus Rp17.000 Pekan Depan, Dipicu Gejolak Politik AS hingga Sentimen Domestik
Baca juga: Macet Total di Jembatan Batanghari II hingga Sijenjang Jambi Dipicu Truk Sawit Terbalik
Baca juga: Eks Wamenaker Noel Hari Ini Jalani Sidang Perdana Korupsi Sertifikasi K3
Pelemahan ini dipicu oleh tensi panas antara Amerika Serikat, Iran, dan negara-negara Eropa.
Namun, yang lebih mengkhawatirkan bagi Ibrahim adalah kondisi internal Indonesia, di mana kelas menengah mulai "turun kasta" menjadi kelompok rentan.
Ibrahim menekankan bahwa pemerintah harus segera bertindak karena konsumsi rumah tangga yang didominasi kelas menengah merupakan motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.
"Perlunya stimulus yang lebih banyak diberikan kepada kelas menengah untuk menjaga daya belinya. Sebab, kelas menengah merupakan kelompok yang terhimpit di tengah gejolak perekonomian, padahal merupakan pondasi pertumbuhan ekonomi," tuturnya menutup analisis.
Selain rupiah, Baht Thailand mencatat penguatan terbesar yakni 0,51 persen, disusul yen Jepang yang menguat 0,24 persen, dolar Singapura menguat 0,18 % .
Kemudian, yuan China menguat 0,08 % , dolar Taiwan menguat 0,08?n ringgit Malaysia menguat 0,03 % terhadap dolar AS.
Peso Filipina melemah 0,07 % , won Korea melemah 0,05?n dolar Hong Kong melemah 0,009 % terhadap dolar AS.
Baca juga: Macet Total di Jembatan Batanghari II hingga Sijenjang Jambi Dipicu Truk Sawit Terbalik
Baca juga: Emas Perhiasan Jambi Jadi Rp8.750.000 per Mayam, 19/1/2026 Antam Melonjak Jadi Rp2.703.000 per Gram
Baca juga: 3 Destinasi Wisata Edukasi di Kota Jambi, Cocok Buat Pelajar