Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Aflahul Abidin
TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Lansia bernama Raji (48) ditemukan tewas mengambang di sungai wilayah Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Minggu (18/1/2025) petang.
Warga Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah itu dilaporkan pergi meninggalkan rumah sepekan sebelumnya.
Jenazah Raji ditemukan oleh warga saat mengapung di Dam Pugak. Kondisinya terombang-ambing di titik terjunan air dam.
Baca juga: Penyebab Biduan Joget saat Acara Isra Miraj di Banyuwangi, Panitia Akui untuk Hiburan: Bersih-bersih
Kapolsek Glagah AKP Edy Jaka Supaat mengatakan, jenazah korban ditemukan tanpa busana.
Setelah dievakuasi, tubuhnya diketahui telah membusuk. Kuat dugaan, korban telah meninggal sekitar 4 hari.
Evakuasi melibatkan tim dari kepolisian, Kantor SAR Banyuwangi, dan Dinas Pemadam Kebakaran setempat. Evakuasi membutuhkan waktu sebab posisi korban berada di tengah dam.
Awalnya, warga dan petugas yang mengevakuasi tak mengetahui identitas jenazah tersebut. Sebab, tak ada tanda pengenal atau identitas yang terbawa. Sehingga setelah dievakuasi sekitar pukul 19.00 WIB, jenazah langsung dibawa ke Kamar Mayat RSUD Blambangan.
Baca juga: Pemuda yang Tenggelam di Curug Mangir Trenggalek Ditemukan di Dasar Sungai, Tak Bernyawa
"Hasil pemeriksaan luar oleh tim medis menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," kata Jaka, Senin (19/1/2026).
Informasi soal penemuan jenazah tersebut disebarluaskan oleh aparat ke para perangkat desa. Informasi tersebut akhirnya sampai ke keluarga Raji.
Mereka pun datang ke RSUD Blambangan untuk melihat jasad korban malam itu juga. Setelah melihat ciri-ciri fisik, keluarga korban meyakini bahwa jazad tersebut adalah Raji.
"Setelah dilakukan pengecekan, dipastikan memang jenazah tersebut adalah Raji, warga Tamansuruh yang sebelumnya hilang," kata Jaka.
Raji, menurut keterangan keluarga, sudah menderita kepikunan. Ia terakhir kali berada di rumah sekitar sepekan lalu. Terakhir kali meninggalkan rumah, Raji sudah tak pernah kembali pulang.
Selama waktu itu, keluarga sudah berupaya untuk mencarinya. Namun, hasilnya nihil.
"Dengan dipastikannya identitas korban, jenazah kami serahkan ke keluarga untuk dimakamkan. Pihak keluarga menolak dilakukan visum," ujarnya.