Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Arnold Welianto
POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Mahasiswa semester VII Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Nusa Nipa di Kabupaten Sikka menunjukkan kreativitas dan inovasi melalui pengembangan drone berbasis flight controller sebagai luaran mata kuliah Rekayasa Alat.
Produk drone ini dikembangkan di bawah bimbingan dosen Yustina Yesisanita Yeyen dan Agustina Elizabeth, sebagai bentuk penerapan pembelajaran berbasis proyek yang menekankan keterampilan rekayasa dan pemanfaatan teknologi.
Drone yang dihasilkan menggunakan flight controller sebagai sistem kendali utama, yang berfungsi mengatur kestabilan dan arah terbang.
Perangkat ini juga dilengkapi dengan motor dinamo, _Electronic Speed Controller (ESC) untuk mengatur kecepatan motor, serta modul komunikasi berupa antena dan remote control.
Seluruh komponen dirangkai secara terintegrasi guna menunjang performa dan kendali penerbangan yang stabil.
Menurut salah satu mahasiswa pengembang, pembuatan drone ini memberikan pengalaman nyata dalam memahami prinsip fisika, elektronika, dan sistem kendali.
"Kami tidak hanya belajar teori, tetapi langsung merancang, merakit, dan menguji alat hingga bisa terbang dengan baik" kata salah satu Mahasiswa semester VII Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Nusa Nipa, Senin 19 Januari 2026.
Selain drone, mahasiswa Pendidikan Fisika Universitas Nusa Nipa juga menghasilkan berbagai produk berbasis Arduino lainnya.
Baca juga: Rektor Unipa Maumere Apresiasi Program Pemkab Sikka 1 KK RTM 1 Sarjana
Di antaranya Tempat Sampah Pintar yang dapat membuka tutup secara otomatis, Running Text , Pohon Natal Mini dengan lampu LED terprogram, serta Sistem Penyiraman Tanaman Otomatis menggunakan Sensor Kelembaban.
Dosen pengampu Yustina Yesisanita Yeyen menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan abad ke-21, khususnya dalam bidang teknologi dan inovasi pembelajaran.
“Luaran ini diharapkan menjadi bekal mahasiswa sebagai calon pendidik fisika yang kreatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ujarnya.
Senada dengan itu, Agustina Elizabeth menambahkan bahwa pengembangan produk luaran mata kuliah ini diharapkan dapat menjadi fondasi bagi mahasiswa untuk mengembangkan inovasi lanjutan, baik di bidang pendidikan, mitigasi bencana, maupun pemetaan wilayah.
“Produk ini menunjukkan bahwa mahasiswa mampu merancang teknologi sederhana namun fungsional dan kontekstual,” jelasnya.
Karya-karya tersebut menjadi bukti komitmen Prodi Pendidikan Fisika Universitas Nusa Nipa dalam mendorong mahasiswa menghasilkan produk inovatif yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. (awk)