Musim Hujan Datang, Ini Tips Praktis Cegah Banjir Masuk Rumah
Grid January 19, 2026 01:34 PM

NOVA.id—Memasuki puncak musim hujan awal 2026, curah hujan diprediksi sangat tinggi di banyak wilayah Indonesia, termasuk area perkotaan di pulau Jawa. Banjir lokal pun mengintai lingkungan padat penduduk.

Faktanya, banjir di sekitar rumah biasanya bukan karena sungai meluap, tetapi karena air hujan tidak mengalir lancar akibat saluran tersumbat dan minimnya area resapan.

Untuk itu, pemilik rumah perlu melakukan langkah-langkah pencegahan sederhana agar air hujan atau banjir lokal tidak masuk ke dalam rumah.

Berikut ini tips praktis yang bisa Sahabat NOVA terapkan sendiri tanpa peralatan berat, khususnya bagi yang tinggal di kawasan rawan banjir dan di perkotaan.

1. Rutin Membersihkan Saluran Air Selokan

Saluran drainase yang bersih adalah kunci utama mencegah genangan. Pastikan got atau selokan di sekitar rumah dibersihkan minimal sebulan sekali, dan lebih sering saat musim hujan.

Singkirkan sampah plastik, daun kering, ranting, serta lumpur yang menyumbat aliran air. Pasang saringan atau jeruji berlubang kecil di mulut selokan untuk menangkap sampah agar tidak terbawa masuk.

Tetap cek dan bersihkan saringan ini secara rutin, karena daun atau kerikil bisa menyelip di celahnya dan menghambat aliran air. Dengan selokan yang terawat, air hujan akan lebih cepat mengalir dan tidak meluap ke halaman rumah.

2. Sediakan Area Resapan dengan Biopori atau Paving Block

Selain kelancaran saluran air, penting juga menyediakan tempat bagi air meresap ke tanah. Hindari menutup seluruh halaman dengan semen atau beton. Sisakan tanah terbuka sebagai area resapan alami.

Jika lahan terbatas, Sahabat NOVA bisa mengganti permukaan halaman dengan grass block atau paving block berongga yang memungkinkan air masuk ke tanah melalui celahnya.

Solusi lainnya adalah membuat lubang biopori atau sumur resapan sederhana. Cukup bor tanah sedalam ~80 cm dengan diameter ±10 cm di beberapa titik halaman untuk membantu air hujan cepat meresap.

Peralatan bor biopori manual kini mudah diperoleh dan penggunaannya cukup ringan. Bahkan jika tak punya pekarangan luas, menanam tanaman dalam pot dapat membantu menyerap air dan mengurangi genangan lokal.

Semakin banyak area resapan dan tanaman, semakin kecil kemungkinan air menggenang lalu masuk ke rumah.

3. Pasang Papan Penghalang Banjir di Pintu Rumah

Pasang papan penghalang di ambang pintu untuk mencegah air masuk saat terjadi genangan.

Sahabat NOVA dapat menggunakan papan kayu tahan air (misalnya triplek tebal) yang dipotong sesuai lebar pintu. Pasang papan tersebut dengan menyekrupnya pada kusen pintu, lalu tutup rapat celah-celahnya menggunakan lilin mainan atau plastisin agar kedap air.

Metode sederhana ini terbukti cukup ampuh menahan masuknya air banjir setinggi mata kaki dengan hanya sedikit rembesan di lantai.

Keuntungan lainnya, biaya jauh lebih hemat dibanding membeli pintu flood barrier komersial yang harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Papan penghalang ini ideal untuk banjir lokal yang tidak terlalu tinggi (genangan rendah). Pastikan memasangnya saat hujan lebat diprediksi, dan lepas kembali setelah air surut.

4. Siapkan Tanggul Darurat dari Karung Pasir

Tanggul karung pasir adalah solusi darurat klasik yang efektif menghadang air.

Isilah karung-karung dengan pasir (gunakan karung yang masih bagus dan tidak bocor), lalu susun setidaknya 3–4 lapis di depan pintu, garasi, atau pagar rumah sebagai penahan air.

Jangan hanya satu karung, karena tumpukan beberapa karung akan membentuk dinding yang lebih kokoh menahan tekanan air.

Jika rumah berdekatan dengan selokan, letakkan juga karung pasir di antara rumah dan bibir selokan, agar aliran air tetap terarah ke selokan dan tidak meluber ke pekarangan.

Karung pasir mudah didapat, bisa disimpan saat musim kering, dan cepat dipasang saat ada peringatan banjir. Meskipun terkesan sederhana, tanggul pasir ini sangat membantu menahan air agar tidak merembes masuk ke rumah.

5. Tinggikan Ambang Pintu dan Perbaiki Celah Rumah

Upaya berikutnya adalah melakukan sedikit perbaikan fisik pada bagian rumah yang menjadi jalur masuk air.

Jika lantai rumah Sahabat NOVA lebih rendah dari permukaan jalan, pertimbangkan untuk membuat bantalan tanah atau tanggul kecil di depan pintu.

Anda bisa menimbun tanah di tepian teras dan memadatkannya. Tanah ini akan berfungsi menyerap air dari jalan yang lebih tinggi sebelum mencapai pintu.

Selain itu, buat bibir/ambang pintu lebih tinggi, misalnya dengan menambahkan adukan semen membentuk kemiringan (ram) kecil di bawah pintu, sehingga air sulit melewati celah bawah pintu.

Banjir di perkotaan dapat dicegah dampaknya dengan kombinasi langkah struktural dan kebiasaan baik.

Mulai dari rajin membersihkan selokan, menambah area resapan air, hingga memasang penghalang banjir sementara di pintu, semua bisa dilakukan pemilik rumah tanpa peralatan berat.

Kunci utamanya adalah konsistensi dan kesiapsiagaan. Dengan menerapkan tips di atas secara disiplin, rumah Sahabat NOVA akan lebih tangguh menghadapi curah hujan tinggi di musim hujan 2026.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.