Status Waspada, Warga Ende Dilarang Mendekati Lubang Tembusan Gas Gunung Iya
January 19, 2026 02:39 PM

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo

TRIBUNFLORES.COM, ENDE- Aktivitas Gunung Iya di Kabupaten Ende, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur kembali menunjukkan peningkatan. 

Menyusul perkembangan tersebut, status gunung api setinggi 637 meter di atas permukaan laut itu resmi dinaikkan menjadi Waspada (Level II) dari Normal (Leval I).

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api Iya untuk periode pengamatan 18 Januari 2026 pukul 00.00–24.00 WITA, peningkatan aktivitas terpantau baik secara visual maupun kegempaan.

Selama periode pengamatan, kondisi cuaca di sekitar gunung dilaporkan cerah hingga berawan. Angin bertiup lemah hingga sedang dari berbagai arah.  Suhu udara berkisar antara 27,4–31,2 derajat Celsius, kelembaban 72,1–82,2 persen, serta tekanan udara 1001–1002 mmHg.

 

Baca juga: Gunung Lewotolok Lembata 2 Kali Erupsi Senin Pagi, Tinggi Kolom Abu Capai 500 Meter

 

 

Secara visual, Gunung Iya tampak jelas meski sesekali diselimuti kabut tipis (0–I). Asap kawah berwarna putih teramati keluar dengan tekanan lemah hingga sedang, berintensitas tipis, dan tinggi kolom asap mencapai sekitar 50–100 meter di atas puncak kawah.

Dari sisi kegempaan, petugas mencatat adanya aktivitas gempa tektonik lokal maupun tektonik jauh. Gempa tektonik lokal terekam dengan amplitudo 11,74 mm, jarak S–P 4,82 detik, serta durasi 22,59 detik.

Sementara itu, gempa tektonik jauh tercatat dengan amplitudo berkisar 7,49–16,38 mm, jarak S–P 15,8–30,95 detik, dan durasi 77,05–130,61 detik.

 

Baca juga: Pemulihan Jaringan Listrik Ndori Capai 70 Persen, PLN Ende Targetkan Rampung Hari Ini

 

Seiring dengan peningkatan status tersebut, pihak berwenang mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Iya serta para pengunjung atau wisatawan agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif, baik di darat maupun di laut.

Masyarakat juga diminta menghindari lubang-lubang tembusan gas di sekitar kawah, mengingat potensi bahaya gas beracun yang dapat mengancam keselamatan. Pemerintah daerah dan instansi terkait terus melakukan pemantauan intensif serta mengajak warga tetap tenang dan mengikuti seluruh rekomendasi resmi. (Bet)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.