BANGKAPOS.COM, BANGKA – PT TIMAH Tbk terus berperan aktif dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat di wilayah operasional perusahaan melalui Program Pendanaan Usaha Mikro Kecil (PUMK).
Program ini menjadi salah satu motor penggerak bagi UMKM agar mampu tumbuh, berkembang, dan naik kelas secara berkelanjutan.
Sepanjang tahun 2025, PT TIMAH Tbk telah menyalurkan dana pembiayaan sebesar Rp7 miliar kepada 117 pelaku UMKM.
Bantuan permodalan tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi, mengembangkan usaha, hingga memperluas jaringan pemasaran.
Melalui program PUMK, PT TIMAH Tbk tidak hanya memberikan dukungan modal, tetapi juga menghadirkan pendampingan berkelanjutan agar UMKM dapat dikelola secara lebih profesional dan memiliki daya saing di pasar.
Selain pembiayaan, UMKM mitra binaan juga mendapatkan berbagai pelatihan serta dukungan promosi dan pemasaran produk.
Upaya ini diharapkan mampu mendorong peningkatan omzet sekaligus membuka peluang lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.
Department Head Corporate Communication PT TIMAH Tbk, Anggi Siahaan, mengatakan UMKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi lokal dan menopang perekonomian nasional.
Oleh karena itu, perusahaan berkomitmen menghadirkan program pemberdayaan yang menyentuh langsung kebutuhan pelaku usaha.
“Program PUMK PT TIMAH Tbk telah berjalan sejak tahun 2000 dan terus berlanjut hingga kini sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di lingkar tambang melalui pemberdayaan UMKM,” ujarnya.
Selain itu, PT TIMAH Tbk juga mendukung pengembangan UMKM dengan memberikan bantuan alat produksi guna menunjang produktivitas UMKM sehingga bisa lebih optimal agar bisa meningkatkan omzet, serta membuka peluang lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar. (*/E88)