Jadwal Puasa Ramadan 1448 H di Kalender Islam Global 2026, Cek Wilayah Jambi
January 19, 2026 03:03 PM

 

TRIBUNJAMBI.COM - Berikut ini jadwal puasa Ramadan 1448 Hijriah di Kalender Islam Global 2026 dan hari-hari penting dalam agama Islam.

Penanggalan atau tarikh yang ditampilkan, seperti awal bulan kalender Hijriah pada kalender 2026 M, hari-hari besar umat islam, jadwal puasa, serta tanggal puasa sunnah dan wajib tahun 2026 M.

Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) adalah kalender Hijriah umat Islam yang berprinsip satu hari satu tanggal di seluruh dunia, atau disebut juga Kalender Islam Global (KIG). 

Mengutip dari laman resmi Suara Muhammadiyah, tanggal baru Hijriah adalah pada hari yang sama di seluruh muka bumi.

Kalender Hijriah 2026 M ini meliputi tahun Islam 1447 H dan 1448 H

Kalender Islam Global  berdasarkan kaidah imkan rukyat global. Awal bulan hijriah dihitung berdasarkan penampakan hilal di daratan mana saja di dunia ini. 

Berikut ini daftar tanggal penting kalender Hijriah 2025 6, hari-hari besar Islam, tanggal puasa sunah, dan awal bulan hijriyah dalam kalender Islam 2026 M

Daftar Tanggal Penting Kalender Hijriah 2026 M

Hari-hari besar Islam, puasa sunah, dan awal bulan Hijriah tahun 2026

02–04 Januari 2026 - Puasa Ayyamul Bidh Rajab 1447 H (13–15 Rajab 1447 H) - Jum'at–Ahad

16 Januari 2026 - Isra' Mi'raj 1447 H (27 Rajab 1447 H) - Jum'at

20 Januari 2026 - Awal Bulan Sya'ban 1447 H (1 Sya'ban 1447 H) - Selasa

01–03 Februari 2026 - Puasa Ayyamul Bidh Sya'ban 1447 H (13–15 Sya'ban 1447 H) - Ahad–Selasa

03 Februari 2026 - Nishfu Sya'ban 1447 H (15 Sya'ban 1447 H) - Selasa

19 Februari 2026 - Awal Bulan Ramadan 1447 H (1 Ramadan 1447 H) - Kamis

19 Februari 2026 - Hari Pertama Puasa Ramadan 1447 H - Kamis

07 Maret 2026 - Nuzulul Qur'an 1447 H (17 Ramadan 1447 H) - Sabtu

11–19 Maret 2026 - 10 Hari Terakhir Ramadan 1447 H (21–29 Ramadan 1447 H) - Rabu–Kamis

20 Maret 2026 - Awal Bulan Syawal 1447 H (1 Syawal 1447 H) - Jum'at

20 Maret 2026 - Hari Raya Idul Fitri 1447 H - Jum'at

01–03 April 2026 - Puasa Ayyamul Bidh Syawal 1447 H (13–15 Syawal 1447 H) - Rabu–Jum'at

18 April 2026 - Awal Bulan Dzulqaidah 1447 H - Sabtu

30 April–02 Mei 2026 - Puasa Ayyamul Bidh Dzulqaidah 1447 H (13–15 Dzulqaidah 1447 H) - Kamis–Sabtu

18 Mei 2026 - Awal Bulan Dzulhijah 1447 H - Senin

18–27 Mei 2026 - 10 Hari Awal Dzulhijah 1447 H (1–10 Dzulhijah 1447 H) - Senin–Rabu

26 Mei 2026 - Wuquf di Arafah / Puasa Arafah (9 Dzulhijah 1447 H) - Selasa

27 Mei 2026 - Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijah 1447 H) - Rabu

28–30 Mei 2026 - Hari Tasyriq (11–13 Dzulhijah 1447 H) - Kamis–Sabtu

31 Mei–02 Juni 2026 - Puasa Ayyamul Bidh Dzulhijah 1447 H (14–16 Dzulhijah 1447 H) - Ahad–Selasa

16 Juni 2026 - Awal Bulan Muharam 1448 H - Selasa

16 Juni 2026 - Tahun Baru Islam 1448 H - Selasa

24 Juni 2026 - Puasa Tasu’a (9 Muharam 1448 H) - Rabu

25 Juni 2026 - Puasa Asyura (10 Muharam 1448 H) - Kamis

28–30 Juni 2026 - Puasa Ayyamul Bidh Muharam 1448 H (13–15 Muharam 1448 H) - Ahad–Selasa

16 Juli 2026 - Awal Bulan Shafar 1448 H - Kamis

28–30 Juli 2026 - Puasa Ayyamul Bidh Shafar 1448 H (13–15 Shafar 1448 H) - Selasa–Kamis

14 Agustus 2026 - Awal Bulan Rabi’ul Awal 1448 H - Jum'at

25 Agustus 2026 - Maulid Nabi SAW (12 Rabi’ul Awal 1448 H) - Selasa

26–28 Agustus 2026 - Puasa Ayyamul Bidh Rabi’ul Awal 1448 H (13–15 Rabi’ul Awal 1448 H) - Rabu–Jum'at

12 September 2026 - Awal Bulan Rabi’ul Akhir 1448 H - Sabtu

24–26 September 2026 - Puasa Ayyamul Bidh Rabi’ul Akhir 1448 H (13–15 Rabi’ul Akhir 1448 H) - Kamis–Sabtu

12 Oktober 2026 - Awal Bulan Jumadil Ula 1448 H - Senin

24–26 Oktober 2026 - Puasa Ayyamul Bidh Jumadil Ula 1448 H (13–15 Jumadil Ula 1448 H) - Sabtu–Senin

11 November 2026 - Awal Bulan Jumadil Akhirah 1448 H - Rabu

23–25 November 2026 - Puasa Ayyamul Bidh Jumadil Akhirah 1448 H (13–15 Jumadil Akhirah 1448 H) - Senin–Rabu

10 Desember 2026 - Awal Bulan Rajab 1448 H - Kamis

22–24 Desember 2026 - Puasa Ayyamul Bidh Rajab 1448 H (13–15 Rajab 1448 H) - Selasa–Kamis

Jadwal Puasa 2026

Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025, awal Puasa Ramadhan 2026 akan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2025.

Sedangkan Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1447 jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Sementara itu, jadwal Puasa Ramadhan 2026, berdasarkan kalender Kementerian Agama (Kemenag), jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Dikutip dari kalender hijriah yang dirilis oleh Kemenag Aceh, Idul Fitri 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Meski demikian, keputusan resmi penetapan awal Puasa Ramadhan dan Idul Fitri oleh pemerintah akan mengacu pada sidang isbat, yang dilaksanakan tahun depan.

Persiapan Puasa

Jelang Puasa Ramadhan 2026, ada satu hal yang paling penting untuk dipersiapkan, yakni tidak adanya tanggungan utang puasa tahun lalu.

Bagi umat Muslim yang masih memiliki utang puasa dari tahun sebelumnya, sebaiknya segera melunasinya sebelum Ramadhan tiba.

Jika kamu belum mengganti puasa yang terlewat, berikut tata cara membayarnya melalui qadha Puasa Ramadhan.

Qadha puasa adalah kewajiban bagi mereka yang tidak berpuasa karena alasan tertentu, seperti haid, sakit yang menghalangi berpuasa, atau hal lain yang menyebabkan batalnya puasa.

Qadha Ramadhan

Ada beberapa syarat atau ketentuan dalam mengqadha puasa.

Pertama, qadha puasa tidak boleh dibatalkan kecuali ada halangan yang dibolehkan dalam berpuasa Ramadhan.

Kedua, tidak wajib membayar puasa secara berturut-turut, atau boleh dilaksanakan dalam waktu yang tak berurutan jika berhutang lebih dari 1 hari.

Ketiga, mengganti puasa sesuai dengan jumlah utangnya.

Keempat, membaca niat puasa qadha diwajibkan di malam hari sama seperti waktu bulan Ramadhan.

Kelima, saat melakukan qadha puasa lalu berhubungan dengan suami/istri di siang hari, maka tidak ada denda yang dibayarkan, melainkan mengganti puasa yang disertai dengan taubat.

Keenam, qadha Puasa Ramadhan bisa digabung dengan puasa sunnah, namun niat yang dibaca harus qadha Puasa Ramadhan, sehingga utang puasa lunas, tapi tetap dapat pahala puasa sunnah di hari itu.

Seperti dikutip dari Serambi Indonesia, dijelaskan dalam fatwa Nur ’ala ad-Darbi:

وأما إذا أراد أن يصوم هذا الواجب حين يشرع صومه من الأيام كصيام عشرة ذي الحجة وصيام عرفة وصوم عاشوراء أداء للواجب فإننا نرجو أن يثبت له أجر الواجب والنفل لعموم قول الرسول عليه الصلاة والسلام لما سئل عن صوم يوم عرفة قال (احتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله والسنة التي بعده) فأرجو أن يحقق الله له الأجرين أجر الواجب وأجر التطوع وإن كان الأفضل أن يجعل للواجب يوماً وللتطوع يوم آخر

Artinya : "Ketika ada orang yang hendak puasa wajib (qadha), bertepatan dengan puasa sunah, seperti puasa 10 hari pertama dzulhijjah, atau puasa arafah, atau puasa asyura, sekaligus puasa wajib, kami berharap dia mendapatkan pahala puasa wajib dan puasa sunah. Berdasarkan makna umum dari sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau ditanya tentang puasa arafah, ’Saya berharap kepada Allah, agar puasa ini menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang."

Hal yang sama juga difatwakan oleh Lajnah Daimah (Lembaga Fatwa Arab Saudi), ketika ditanya tentang menggabungkan niat puasa sunah dan puasa wajib:

يجوز صيام يوم عرفه عن يوم من رمضان إذا نويته قضاء ، وبالله التوفيق

Artinya: ”Boleh puasa hari arafah, sekaligus untuk puasa qadha, jika dia anda meniatkannya untuk qadha. Wa billahi at-Taufiq.” Fatawa Lajnah Daimah, ditanda tangani oleh Imam Abdul Aziz bin Baz, (10/346).

Hal senada juga disampaikan oleh pendakwah Ustaz Abdul Somad, yang menyebut niat qadha Ramadhan saja cukup, tak perlu digabung dengan niat puasa lain.

"Ya Allah aku berniat makan sahur untuk niat qadha besok pagi. Jadi enggak perlu sebut banyak-banyak. Aku niat puasa qadha, sekaligus puasa senin, sekaligus puasa syawal, sekaligus puasa ini, sekaligus, enggak. Satu saja, nanti yang lain menyusul, automaticly," ujar Ustad Abdul Somad dikutip dari Youtube Audio Islam, Kamis (2/1/2025)

"Ingat, baca niat puasa qadha saja, jangan digabung dengan niat puasa lainnya," sambungnya.

Sementara itu, berikut ini bacaan niat mengganti atau qadha puasa Ramadan.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءٍ فَرْضَ رَمَضَانً ِللهِ تَعَالَى
Nawaitu Shouma Ghodin'an Qadaa'in Fardho Romadhoona Lillahi Ta'ala

Artinya : "Aku niat puasa esok hari karena mengganti fardu Ramadan karena Allah Ta'ala."

(Tribun Jambi/Asto)

Baca juga: Daftar Tanggal Merah Januari di Kalender 2026, Libur Nasional Cuti Bersama

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.