TRIBUNMANADO.CO.ID - Kuliner di Kampung Cina akhirnya ditutup.
Keputusan tersebut diambil Pemkot Manado menyusul sejumlah masalah disana yang viral di medsos.
Keputusan untuk menutup sementara kuliner tersebut dilakukan menyusul rapat koordinasi lintas SKPD dan tim Ronal Kotamyong di kantor Walikota Manado di Kelurahan Tikala Ares, Kecamatan Tikala, kota Manado, provinsi Sulut, Senin (19/1/2026).
Rapat dipimpin oleh Sekda Manado Steven Dandel.
Baca juga: Rekomendasi UMKM Tomohon, Gracious Pisang Keju Crispy Tawarkan Ragam Varian dan Harga Terjangkau
Dandel menegaskan, pihaknya mendukung penuh UMKM di Manado.
Tapi segalanya harus berjalan sesuai aturan.
"Semuanya harus berlangsung sesuai aturan hukum," kata dia.
Direktur Eksekutif Badan Promosi Pariwisata Felix Palenewen menyebut kawasan kuliner tersebut ditutup sementara sembari menanti penetapan dasar hukum yang sesuai aturan yang berlaku.
Menurut dia, ada Keputusan Walikota nomor 99/KP/03/SETDAKO/2017 tentang penetapan Kawasan Kuliner di Kelurahan Pinaesaan, Kec.Wenang kota Manado.
Namun SK tersebut dicabut karena dinilai tidak relevan.
"Lokasinya kini sudah di Kelurahan Calaca, jadi sudah tak valid," katanya.
Hal lainnya yang patut direvisi adalah SK tersebut tidak mencantumkan kontribusi terhadap pendapatan kota Manado.
Perihal kontribusi tersebut sesuai prinsip otonomi daerah.
"Ini juga merupakan bagian penting dari substansi kemandirian finansial," katanya.
Sebut dia, payung hukum kawasan itu akan dibereskan. Nantinya, pengelolaan kawasan itu akan berada di bawah tanggung jawab badan promosi pariwisata daerah Manado.
Dirinya meminta pihak Ronal Katamyong untuk menutup sementara lokasi kuliner tersebut.
"Kepada pedagang kami minta bersabar sambil menanti penyelesaian masalah ini," katanya.
Diketahui kuliner pecinan telah jadi lokasi nongkrong paling top di kota Manado.
Semenjak dibuka medio tahun lalu, tempat itu banjir pengunjung.
Warga Manado jatuh cinta dengan vibes disana yang memadukan suasana kota tua Manado dan semangat kaum mudanya.
Awalnya lokasi kuliner itu berkolasi di perempatan depan klenteng Ban Hin Kiong.
Setelah itu digeser ke eks Kosnya Koenya.
Disanalah terjadi berbagai persoalan seperti iuran. (Art)
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini