Laporan Yolanda Putri Dewanti
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Keheningan menyelimuti kediaman Yoga Naufal, Operator Foto Udara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, di Duren Sawit, Jakarta Timur.
Suasana duka tampak menyelimuti rumah yang berlokasi di Jalan Tutul Raya, Pondok Bambu, itu. Tak banyak suara yang terdengar selain lalu lalang kendaraan di jalan komplek yang berdekatan dengan rumah.
Di bawah tenda putih yang terpasang di halaman depan, keluarga menanti keajaiban di tengah kabar hilangnya pesawat ATR 42-500 yang ditumpangi Yoga Naufal bersama teman-temannya di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1/2026).
Baca juga: Pesan Terakhir Ferry Penumpang Pesawat ATR 42-500 Sebelum Hilang
Wajah-wajah cemas tampak jelas dari keluarga maupun kerabat yang duduk berdekatan di bawah tenda.
Mereka saling bercengkrama, berusaha menguatkan satu sama lain sembari menanti kabar kepastian tentang keberadaan Yoga yang hingga kini belum ditemukan.
Pemandangan pilu terlihat saat putra kecil Yoga yang baru berusia 6 tahun tampak mondar-mandir di depan rumah. Dengan wajah polosnya, ia tampak belum sepenuhnya memahami peristiwa besar yang tengah menimpa keluarganya.
Momen terakhir bersama sang adik
Adik kandung Yoga, Sultan (15), mengenang momen terakhir bersama sang kakak pada Kamis (15/1) malam.
Saat itu, Sultan baru saja pulang dari kegiatan study tour sekolah ke Kuningan, Jawa Barat. Yoga sendiri yang menjemputnya.
“Abang jemput aku. Itu terakhir ketemu. Terus abang nanya-nanya, memastikan selama study tour kondisiku aman,” ujar Sultan dengan suara lirih saat ditemui di kediaman keluarga, Senin (19/1/2026).
Sultan bercerita bahwa kakaknya biasanya sangat rajin memberi kabar. Namun, pada perjalanan terakhir ini, pesan dari Yoga datang tak seperti biasanya.
“Biasanya abang ngabarin sebelum berangkat. Tapi kali ini telat, pas sudah di Yogyakarta mau lanjut ke Makassar,” katanya.
Kabar duka itu pun diterima keluarga secara tiba-tiba. Pada Sabtu (17/1), Sultan dan sang ibu tengah berada di apartemen mereka di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan. Mereka sedang makan bersama ketika seorang kerabat memberi tahu adanya kabar pesawat jatuh.
“Awalnya cuma dengar pesawat jatuh. Enggak nyangka ternyata pesawat yang ditumpangi abang,” ucap Sultan.
Sultan mengatakan, sang ibu saat ini sedang bertolak ke Makassar, Sulawesi Selatan untuk menunggu kabar Yoga.
Keluarga hanya bisa menunggu dan berharap. Di tengah sunyinya rumah dan doa yang terus dipanjatkan, kenangan tentang Yoga menjadi penguat bagi mereka yang ditinggalkan, sembari menanti kabar pasti dari upaya pencarian yang masih berlangsung.(m27)