BEM FAI UNIKI Bireuen Gelar Trauma Healing di Desa Kubu Peusangan Siblah Krueng
January 19, 2026 03:35 PM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWSW.COM, BIREUEN – Desa Kubu, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Bireuen salah satu desa terdampak banjir dan termasuk lokasi jembatan rangka baja Pante Lhong yang putus dihantam banjir. 

Di desa tersebut sebanyak 253 rusak berat dan satu unit rusak ringan, masyarakat terdampak banjir mencapai 763 jiwa. 

Melihat kondisi banyaknya masyarakat terdampak banjir Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI)  Minggu (18/1/2026) turun ke desa tersebut/

Para mahasiswa melaksanakan kegiatan Trauma Healing bagi anak-anak di desa setempat.

Kegiatan ini bertujuan membantu pemulihan psikologis anak-anak pasca bencana melalui aktivitas edukatif, permainan, dan kegiatan menggambar yang bersifat menyenangkan.

Baca juga: Cegah Overload, Pemerintah Aceh Siapkan Timbangan Truk di Jembatan Bailey Kutablang-Bireuen

Ketua BEM FAI UNIKI, Algani kepada Serambinews.com, Senin (19/1/2026) mengatakan,  kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian sosial mahasiswa FAI terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan pendampingan emosional. 

“Kami ingin menghadirkan suasana ceria dan semangat baru agar anak-anak dapat kembali tersenyum dan
merasa aman,” ungkapnya. 

Antusiasme anak-anak terlihat jelas selama mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disiapkan oleh mahasiswa.

Wakil Dekan FAI UNIKI sekaligus Pembina BEM FAI, Muhammad MPd memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan kepedulian mahasiswa.

Menurutnya, kegiatan trauma healing ini mencerminkan peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. 

Baca juga: Harga Emas di Banda Aceh Tembus Rekor Tertinggi Hari Ini, 19 Januari 2026 Dijual Segini Per Mayam

“Mahasiswa FAI harus hadir tidak hanya dalam ruang kelas, tetapi juga di tengah masyarakat dengan membawa nilai empati, kepedulian, dan kemanusiaan,” ujarnya.

Implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi

Dekan FAI UNIKI, Dr Syaripuddin MSi menyampaikan rasa bangga terhadap peran aktif BEM FAI dalam kegiatan pengabdian masyarakat. 

“Ini merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi budaya positif di lingkungan FAI,” tegasnya.

Melalui kegiatan Trauma Healing ini, BEM FAI UNIKI berharap dapat memberikan dampak positif bagi anak-anak Desa Kubu sekaligus mempererat hubungan antara civitas akademika FAI UNIKI dengan masyarakat sekitar. (*)

Baca juga: Warga Jangka-Bireuen Bertahan di Tenda Pengungsian, Korban Banjir Berharap Bantuan Jelang Ramadhan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.