Kementerian PU Ingatkan Pengguna Patuhi Batas Tonase Jembatan Bailey di Wilayah Terdampak Bencana
January 19, 2026 03:35 PM

 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengimbau pengemudi kendaraan, terutama angkutan barang yang membawa muatan berlebih (ODOL), untuk tidak melintasi Jembatan Bailey darurat di wilayah terdampak bencana di Sumatra.

Menteri PU Dody Hanggodo menekankan bahwa kepatuhan terhadap batas beban jembatan sangat penting untuk keselamatan masyarakat.

“Penggunaan Jembatan Bailey harus sesuai kapasitas maksimal. Kepatuhan terhadap aturan tonase bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga menyangkut keselamatan bersama dan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana,” ujarnya dalam siaran pers, Senin (19/1/2026).

Jembatan Bailey bersifat sementara atau semi permanen, sehingga ketahanan strukturnya sangat bergantung pada kepatuhan pengguna jalan terhadap ketentuan teknis.

Kendaraan ODOL berpotensi mempercepat kelelahan material dan meningkatkan risiko kegagalan struktur, yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat serta menghambat penanganan bencana.

Baca juga: Mulai 18 Januari 2026, Tronton Dilarang Melintas Jembatan Bailey Kuta Blang, Pengusaha Truk Protes

Hingga 18 Januari 2026, Kementerian PU telah membangun dan memasang puluhan Jembatan Bailey di sejumlah titik strategis sebagai pengganti jembatan yang rusak atau putus akibat banjir bandang.

Lokasi yang telah difungsionalkan antara lain Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Nagan Raya.

Beberapa jembatan yang telah digunakan masyarakat antara lain Jembatan Krueng Tingkem, Jembatan Teupin Mane, Jembatan Lawe Mengkudu, Jembatan Lawe Penanggalan, Jembatan Krueng Pelang, dan Jembatan Krueng Beutong.

Salah satu akses vital adalah Jembatan Bailey Krueng Beutong, yang difungsionalkan sejak 9 Januari 2026.

 Jembatan sepanjang 30 meter dan lebar 4,2 meter ini memiliki kapasitas maksimal 20 ton, diperuntukkan bagi kendaraan ringan, kendaraan darurat, dan logistik terbatas.

Jembatan Bailey lain, seperti di Krueng Tingkem dan Teupin Mane, merupakan jembatan rangka baja modular bersifat sementara.

Seluruh jembatan telah melalui uji teknis untuk memastikan kekuatan sambungan panel, kekakuan rangka, serta kelayakan penggunaan.

Selain itu, pengaturan lalu lintas diterapkan melalui sistem buka-tutup atau pembatasan jenis kendaraan, untuk menjaga keamanan dan kelancaran arus lalu lintas selama masa pemulihan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.