Penuh Resiko, Petugas Terluka saat Evakuasi Gurandil Tewas Dalam Lubang Tambang Emas di Bogor
January 19, 2026 04:07 PM

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, NANGGUNG - Tim rescue bertaruh nyawa dalam mengevakuasi korban kepulan asap dalam lubang tambang emas Pongkor di wilayah Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.

Pasalnya, evakuasi terhadap tiga penambang emas tanpa izin (PETI) atau gurandil itu dilakukan dengan resiko tinggi dan berhaya.

Tiga gurandil ditemukan pada kedalaman 500 meter di atas permukaan laut (MDPL) di lubang tikus yang digalinya sendiri di kawasan izin usaha pertambangan (IUP) PT. Antam UPBE Pongkor.

Dalam melakukan evakuasi, petugas yang sudah terlatih pun harus ekstra waspada karena medan yang sangat sulit.

"Sehingga setiap langkah harus dilakukan dengan sangat hati-hati demi keselamatan petugas," ujar Java Region, CSR and Sub Division Head PT Antam Tbk UBPE Pongkor, Agustinus Toko Susetio, Senin (19/1/2026).

Bahkan, kata dia, petugas menjadi korban karena tertimpa longsoran batuan di dalam tanah lubang tambang.

Agustinus Toko Susetio mengungkapkan bahwa terdapat petugas yang terluka saking berbahayanya proses evakuasi.

"Karena memang medannya berbahaya, salah satu tim evakuasi tertimpa batu, akhirnya menyebabkan luka si bagian bahu," ungkapnya.

Meski begitu, tim berhasil mengevakuasi tiga gurandil dari dalam tanah. Sementara itu dua korban lainnya dievakuasi mandiri oleh warga.

Hingga saat ini tim evakuasi masih berjibaku mencari korban yang kabarnya masih terjebak di dalam.

Namun hingga saat ini belum diketahui secara pasti terkait jumlah penambang emas ilegal karena tim gabungan masih melakukan penanganan.

"Kami belum tahu karena memang tim evakuasi kami baru menemukan tiga, kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untu menelusuri informasi tersebut," katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.