TRIBUNNEWS.COM - Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 12 Kurikulum Merdeka, terdapat materi cara menjelaskan ulang instruksi yang kompleks.
Materi tersebut diajarkan dalam buku Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA/SMK/MA kelas XII yang ditulis Bambang Trimansyah halaman 198-202.
Siswa kelas 12 diajarkan cara memahami sebuah instruksi yang kompleks dan mengungkapkannya kembali dengan bahasa sendiri dalam buku terbitan Pusat Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknolog tahun 2022.
Mulai mengungkapkan kembali penjelasan terkait instruksi yang kompleks, ide pokok dan ide pendukung, serta akurasi informasi di dalam diskusi atau paparan orang lain, seluruhnya dijelaskan dalam buku Bab 6 Menulis Praktik Baik dan Cerita tentang Lingkungan.
Selanjutnya siswa kelas 12 diminta menyimak instruksi di dalam video tentang cara menampung air hujan dengan biopori di halaman 201.
Berikutnya pada buku Bahasa Indonesia kelas 12 halaman 202 Kurikulum Merdeka soal Ayo Berlatih, siswa diminta menyampaikan masalah yang diangkat dalam video itu.
Serta menyampaikan kembali informasi dan instruksi tentang cara membuat sumur serapan dengan bahasa masing-masing secara lisan.
Kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 12 halaman 202 Kurikulum Merdeka berikut juga dapat menjadi bahan koreksi dan pendampingan belajar bagi orang tua/wali.
Selanjutnya, simaklah instruksi di dalam video tentang cara menampung air hujan dengan biopori berikut ini.
Video ini dibuat oleh IDEP Foundation dengan latar tempat di Bali dengan durasi 11:48 menit.
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 201 Kurikulum Merdeka Ayo Berlatih
Video dapat diunduh atau diakses melalui tautan berikut ini.
https://www.youtube.com/watch?v=5gCxLUo48fg
Setelah kalian menonton video tersebut, lakukanlah kegiatan berikut ini.
1. Apa masalah yang angkat oleh video tersebut?
Kunci jawaban:
Video tersebut mengangkat masalah krisis air bersih dan penurunan permukaan air tanah yang terjadi, khususnya di Bali. Masalah utamanya adalah air hujan yang jatuh ke permukaan tanah sering kali langsung mengalir ke laut atau menjadi banjir (run-off) karena berkurangnya lahan resapan akibat pembangunan, sehingga cadangan air tanah tidak terisi kembali.
2. Apakah informasi dan instruksi tentang membuat sumur serapan sudah sangat jelas?
Kunci jawaban:
Ya, informasi dan instruksi yang disampaikan sangat jelas. Video ini menjelaskan secara sistematis mulai dari latar belakang masalah, konsep dasar sumur serapan, bahan-bahan yang dibutuhkan, hingga langkah-langkah teknis pembuatannya yang mudah diikuti oleh masyarakat umum.
3. Sampaikan kembali informasi dan instruksi tentang cara membuat sumur serapan dengan bahasa kalian secara lisan. Kalian dapat menonton video instruksi itu sekali lagi sambil mencatat.
Kunci jawaban:
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 190 191 Kurikulum Merdeka Ayo Berlatih: Suku Baduy
Jadi, buat kita yang ingin bantu lingkungan, cara buat sumur serapan itu simpel banget:
Pertama, tentukan lokasi yang strategis, biasanya di area yang sering dialiri air hujan. [05:41]
Kedua, siapkan alat dan bahan seperti buis beton (diameter 80-100 cm), batu belah, ijuk, dan pipa PVC untuk saluran masuk air. [06:50]
Ketiga, gali lubang sedalam kurang lebih 2-3 meter sesuai kebutuhan dan ukuran buis beton. [07:35]
Keempat, masukkan buis beton ke dalam lubang. Bagian bawahnya jangan disemen, biarkan tanah terbuka agar air bisa meresap. [08:12]
Kelima, isi bagian dasar sumur dengan lapisan batu belah dan ijuk yang berfungsi sebagai penyaring kotoran agar sumur tidak cepat tersumbat. [09:15]
Terakhir, sambungkan pipa dari talang atap rumah ke sumur serapan, lalu tutup bagian atasnya dengan aman." [10:02]
4. Apakah kalian dapat membuktikan bahwa informasi dan instruksi yang disampaikan dengan gambar video lebih mudah dipahami daripada hanya disampaikan dengan lisan? Berikanlah pendapat kalian.
Kunci jawaban:
Ya, penyampaian melalui video jauh lebih mudah dipahami karena adanya visualisasi langsung.
Kita tidak hanya mendengar instruksi lisan, tetapi bisa melihat secara nyata dimensi galian, tekstur bahan (seperti ijuk dan batu), serta simulasi aliran air ke dalam sumur.
Gambar bergerak ini meminimalisir kesalahan interpretasi yang mungkin terjadi jika hanya melalui instruksi lisan atau teks saja.
(Tribunnews.com/Muhammad Alvian Fakka)