TRIBUNTRENDS.COM - Florencia Lolita Wibisono, akrab disapa Olen, adalah seorang pramugari berpengalaman yang tengah menjadi sorotan publik setelah menjadi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di area pegunungan Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Minggu (18/1/2026)
Saat kejadian, Florencia berusia 32 tahun dan sedang menjalankan tugas perjalanan dinas dari Yogyakarta ke Makassar.
Olen berasal dari keluarga berdarah Manado.
Ibunya berasal dari Kendis, Minahasa, Sulawesi Utara, dan dikenal sebagai sosok yang sangat dekat dengan putrinya.
Menurut kerabat, Olen selalu menjaga komunikasi dengan keluarga, terutama saat ibunya sakit.
Ia diketahui rutin menelepon dan memastikan keluarganya selalu mendapat kabar darinya.
Dari sisi pendidikan, Florencia menempuh studi Ilmu Komunikasi di Universitas Pelita Harapan (UPH), Jakarta.
Ia mengawali kariernya di dunia penerbangan dengan PT Wings Abadi Airlines, dan telah mengabdi selama lebih dari 14 tahun.
Selama kariernya, Olen menekankan filosofi bahwa perjalanan sama pentingnya dengan tujuan, dan selalu memperhatikan keselamatan serta kenyamanan penumpang.
Florencia sempat mengikuti pelatihan manajer pramugari selama delapan bulan pada 2025, serta bertugas sebagai instruktur pemeriksa perusahaan pramugari sejak 2012 hingga 2025.
Ia dikenal sangat profesional dan berdedikasi tinggi dalam pekerjaannya, selalu memastikan prosedur keselamatan dijalankan dengan baik.
Olen juga aktif mengembangkan kemampuan komunikasi dan layanan pelanggan untuk menciptakan pengalaman penerbangan terbaik bagi penumpang.
Menurut kerabat, Florencia adalah sosok yang hangat, penyayang, dan selalu peduli dengan orang-orang di sekitarnya.
Tante dan sahabatnya menceritakan bahwa Olen penuh perhatian dan selalu meminta doa sebelum menjalani perjalanan dinas.
Kehilangan Olen membuat keluarga terpukul, apalagi diketahui bahwa ia akan segera menikah, meski tanggal pastinya belum diungkapkan.
Florencia dikenal sebagai pramugari yang telaten, disiplin, dan bertanggung jawab.
Ia memandang kesuksesan dalam kariernya dari umpan balik positif penumpang dan loyalitas yang tercipta selama perjalanan.
Selama bertugas, ia selalu siap menghadapi situasi darurat dan memberikan bantuan secara cepat.
Kepribadian Olen yang hangat dan profesional membuatnya disayangi rekan kerja maupun penumpang.
Keluarga dan kerabat masih berharap mukjizat, agar Florencia ditemukan dalam keadaan selamat.
Baca juga: Pesan Terakhir Ferry Irawan, Penumpang Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Maros: Untuk Anakku
Pesawat ATR 42-500 milik PT Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak saat menjalani penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Pesawat tersebut lepas landas dari Bandara Adisutjipto pada pagi hari setelah dinyatakan memenuhi seluruh prosedur keamanan dan operasional penerbangan.
Dalam penerbangan itu, pesawat membawa tujuh kru dan tiga penumpang.
Tiga penumpang tersebut adalah pegawai Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP, yaitu Ferry Irawan sebagai Analis Kapal Pengawas, Deden Mulyana sebagai Pengelola Barang Milik Negara, dan Yoga Naufal sebagai Operator Foto Udara, yang sedang melaksanakan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara.
Saat mendekati Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, pesawat diketahui tidak berada pada jalur yang seharusnya.
Petugas pemandu lalu lintas udara sempat memberikan arahan koreksi posisi kepada awak pesawat.
Namun, komunikasi antara Air Traffic Controller atau Pengatur Lalu Lintas Udara (ATC) dan pesawat tiba-tiba terputus sebelum pesawat berhasil kembali ke jalur pendaratan.
Menindaklanjuti hilangnya kontak tersebut, ATC menetapkan status darurat penerbangan.
Berdasarkan data koordinat terakhir, posisi pesawat diperkirakan berada di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Tim SAR gabungan segera dikerahkan untuk melakukan pencarian melalui jalur darat dan udara.
Kondisi cuaca saat kejadian dilaporkan berawan, dengan jarak pandang yang masih memungkinkan penerbangan.
Dalam proses pencarian, masyarakat setempat melaporkan adanya suara ledakan dan munculnya titik api di kawasan pegunungan.
Wilayah yang dimaksud berada di sekitar Gunung Bulusaraung dan Gunung Bawakaraeng.
Medan yang berupa pegunungan karst dengan hutan lebat serta tebing terjal menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan.
Upaya pencarian juga terkendala kabut tebal, hujan, dan angin kencang.
Pada Minggu pagi, 18 Januari 2026, patroli udara mendeteksi serpihan berwarna putih di lereng Gunung Bulusaraung.
Temuan tersebut dikonfirmasi sebagai bagian dari pesawat ATR 42-500.
Tak lama kemudian, badan utama pesawat ditemukan di sisi puncak gunung.
Operasi pencarian intensif membuahkan hasil pada Minggu (18/1/2026), ketika tim SAR gabungan menemukan satu korban di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan, beserta sejumlah barang pribadi penumpang.
Meski medan pencarian sangat berat, namun tim berhasil menemukan beberapa bagian besar pesawat seperti jendela, ekor, dan badan pesawat, serta banyak serpihan kecil tersebar di berbagai titik.
Serpihan-serpihan tersebut menjadi petunjuk penting dalam pencarian, dengan lokasi berada di perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, sekitar 26,49 kilometer dari Bandara Sultan Hasanuddin.
Pemerintah mengerahkan Basarnas, TNI, Polri, Kementerian Perhubungan, AirNav Indonesia, BMKG, dan pemerintah daerah untuk mempercepat pencarian dan evakuasi.
Kecelakaan pesawat ATR 42-500 terjadi saat menabrak lereng Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, sehingga pecah menjadi serpihan, menurut Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono.
Insiden ini dikategorikan sebagai Controlled Flight Into Terrain (CFIT), yang berarti pesawat masih bisa dikendalikan pilot, namun benturan dengan lereng gunung tidak bisa dihindari.
Serpihan pesawat yang ditemukan tim SAR menjadi bukti benturan keras tersebut.
KNKT masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan belum berspekulasi mengenai kemungkinan kelalaian.
Baca juga: Detik-detik Pesawat ATR 42-500 Meledak Usai Hantam Gunung Bulusaraung: Serpihan Berhamburan!
Daftar Kru Pesawat:
Daftar Penumpang:
(TribunTrends/ Amr)